by

Kasus Bandara Banda Neira, Penyidik Akan Periksa 13 Saksi

beritakotaambon.com – Penyidik Cabang Kejari Ambon di Banda Neira mengagendakan pemeriksaan terhadap 13 saksi, dikasus dugaan korupsi kasus dugaan korupsi Bandara Banda Neira.

Agenda itu dibuat penyidik setelah status kasus itu ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidik, beberapa waktu lalu.

Kacabjari Ambon di Banda Neira, Ardian Junaedi, mengungkapkan, 13 saksi yang akan diperiksa itu merupakan saksi yang sebelumnya telah diperiksa pada tahap penyelidikan.

“Jadi nanti, 13 saksi ini akan kita periksa ulang, sesuai dengan berkas perkara yang kita kantongi,” kata Ardian, Senin (23/8).

Menurutnya, terhadap penyidikan kasus ini, tim penyidik hanya melakukan pengembangan terhadap berkas perkara yang lama, yang mennyeret terpidana Sijane Nanlohy selaku Direktris

PT Parama Andika Raya dan Marthen Philipus Parinussa sebagai peminjam perusahan tersebut. “Kita kan kembangkan berkas perkara yang lama saja. Jadi saya pikir cepat-cepat saja lah, sudah ada titik terangnya,” imbuhnya.

Menurut Ardian, penyidikan kasus ini akan terus bergulir, mengingat dalam berkas perkara semua saksi-saksi terkait berjumlah 13 orang termasuk satu saksi ahli.

“Karena berkas perkara ini kita terus kembangkan dari kasus lama, jadi bukti-bukti yang ada ini kita dalami saja. Dan ini nanti kita nyatakan sikap dalam waktu dekat. Kalau soal siapa tersangkanya, itu jangan dulu, karena harus melalui prosedur sesuai hukum acara pidana,” tandasnya.

Baca juga: Terdakwa Sebut Pesan Sabu Pakai Istilah “Pulsa Seribu”

Sebelumnya diberitakan, Kecabjari Ambon di Banda Neira, telah mengantongi bukti awal yang cukup, sehingga menaikan status kasus dugaan korupsi Pekerjaan Pemenuhan Standart Runway Strip Bandar Udara Banda Neira, dari penyelidikan ke penyidikan.

“Naiknya kelas atau naik penyidikan terhadap kasus ini, setelah kita mengantongi bukti cukup,” ujar Kacabjari Ambon di Banda Neira, Ardian Junaedi, melalui selulernya, Selasa (17/8).

Menurut Ardian, 13 saksi telah diperiksa dalam kasus itu, termasuk terpidana Sijane Nanlohy dan Marthen Philipus Parinussa, yang saat ini sedang menjalani hukuman di Lapas Kelas IIA Ambon.

“Ada 13 saksi yang kita kantongi keterangannya sebagai bukti awal. Ini kita lakukan untuk mencari tahu, adanya tersangka baru di kasus ini atau tidak. Sehingga surat perintah dimulainya

penyidikan (Sprindik) masih bersifat umum,” ujar jaksa dengan pangkat satu bunga melati itu.Dia mengaku, terhadap perkara ini, tim penyidik akan melakukan pendalaman lagi. Setelah itu, baru bisa diketahui siapa tersangkanya.

“Nanti ditahap penyidikan ini, baru kita dalami lagi, siapa tersangkanya. Karena untuk jumlah kerugian negara kan sudah ada. Maka yang dicari ini hanya pengembangan terhadap peran orang lain. Itu yang kita kejar disitu,” tandasnya.

Sekedar tahu saja, dua terpidana yang saat ini tengah menjalani hukuman di Lapas Kelas IIA Ambon, Sijane Nanlohy dan Marthen Philipus Parinussa, kembali diperiksa tim penyelidik Kejaksaan Cabang Negeri Ambon di Banda Neira.

Keduanya merupakan terpidana kasus korupsi Pekerjaan Pemenuhan Standart Runway Strip Bandar Udara Banda Neira, tahun anggaran 2014.

Sijane Nanlohy selaku Direktris PT Parama Andika Raya. Marthen Philipus Parinussa sebagai peminjam perusahan tersebut, untuk mengerjakan proyek itu. Keduanya tengah menjalani hukuman 4,6 tahun penjara.(SAD)

Comment