by

Kasus Covid-19 di Ambon Nihil

beritakotaambon.com – Sesuai data Dinas Kesehatan Kota Ambon, kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Ambon nihil sejak 22 November 2021 kemarin. Meski demikian, masyarakat dihimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan, guna menghindari penyebaran virus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Wendy Pelupessy mengatakan, sebagai manusia harus tetap waspada akan bencana non alam tersebut. Sebab virus Corona tidak kasat mata. Selain Prokes, warga juga diminta untuk senantiasa ikut program vaksinasi.

Menurutnya, Ambon adalah Ibukota Provinsi Maluku. Dimana warga dari Kabupaten/Kota lainnya akan berkunjung. Sehingga langkah antisipasi sangat penting demi menghindari penyebaran Covid-19.

“Jadi tidak menutup kemungkinan ketika orang tidak taat prokes. Apakah itu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, segala sesuatu bisa terjadi lagi,” tutur Wendy, Rabu (24/11).

Baca juga: Optimis Dua Pekan Ambon Zona Hijau

Dijelaskan, bukan saja Prokes yang penting untuk cegah penularan virus mematikan ini, tetapi program vaksinasi juga amat penting. Karena vaksin menambah kekebalan tubuh manusia agar tidak mudah terpapar.

“Dua aspek ini tidak boleh diabaikan, wajib Prokes dan vaksinasi. Sehingga tren positif ini tetap terjaga baik seterusnya dan kita bisa hidup secara aktifitas yang normal seperti dulu tanpa Covid-19,” paparnya.

Sambung dia, disamping warga taati Prokes dan ikut vaksinasi, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Ambon akan selalu memantau pergerakan masyarakat yang tidak taati aturan Prokes.

“Kami dari sisi kesehatannya yang kami jaga, vaksinasinya harus lengkap. Teknis membatasi pergerakan orang, domain Satgas mengkoordinasikan, bukan di Dinas Kesehatan Kota Ambon,” tutur dia.

Ia menambahkan, untuk meningkatkan cakupan vaksinasi lengkap oleh warga, pihaknya terus gencar melakukan vaksinasi. Baik di Tribun Lapangan Merdeka, Mall-Mall dan Puskesmas setempat.

“Di mall, presentasi vaksin baik, walaupun kecil tetap ada orang vaksin. Kita inginkan seperti itu. Artinya ada orang yang vaksin kita harus tetap merespons walau kecil seperti 30 sampai 40 orang,” tutup Wendy. (IAN)

Comment