by

Kasus Dugaan Korupsi Coldstorage MBD, Penyidik Periksa Saksi Ahli BPKP

Kejaksaan Negeri (Kejari) Maluku Barat Daya (MBD) terus mencari bukti tambahan, untuk mengungkapk kasus dugaan korupsi pembangunan dua unit cold storage milik Dinas Perikanan Kabupaten MBD di Kecamatan Letty dan Kecamatan Moa.

Kasi Intel Kejari MBD, Richard Lawalatta, mengungkapkan, untuk mencari bukti tambahan dikasus itu, penyidik kembali memeriksa ahli. Kali dari lembaga auditor.

“Saksi ahli yang hadir dari BPKP itu inisial RA. Kita kemungkinan masih dilakukan pemeriksaan terhadap kasus ini,” terang Lawalatta, Rabu (16/6).

Pemeriksaan terhadap saksi ahli dari BPKP, kata Lawalatta, dilakukan untuk meminta keterangannya menyangkut kasus itu.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Kejari MBD melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi ahli, untuk mendukung bukti-bukti penyidik dalam menetapkan tersangka pada kasus kasus dugaan korupsi coldstorage.

“Jadi kita kemarin periksa ahli teknik mesin, inisial RU. Pemeriksaan itu untuk mengetahui tindak pidana terhadap kasus ini secara terang terangan,” ungkap Kasi Intel Kejari MBD, Richard Lawalatta, Senin (14/6).

Selain pemeriksaan terhadap ahli teknik mesin, penyidik juga memeriksa saksi ahli sistem makanikal inisail AS.

“Pada intinya, ada dua ahli yang kita garap. Dari pendapat ahli inilah, apakah proyek ini terjadi masalah hukum atau tidak, itu yang nanti kita ketahui usai mendengarkan pendapat ahli tersebut,” jelasnya.

Untuk itu, katanya, proses penyidikan terhadap kasus itu masih terus berlangsung. “Penyidik Kejari MBD tetap fokus dalam penuntasan kasus ini,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan koran ini, sampai kini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Maluku Darat Daya (MBD), sementara menunggu hasil hitungan perhitungan kerugian keuangan negara dalam kasus dugaan korupsi pembangunan dua unit cold storage milik Dinas Perikanan Kabupaten MBD yang dibangun di Kecamatan Letty dan Kecamatan Moa tepatnya di Moain.

Kasi Intel Kejari MBD, Richard Lawalatta, mengatakan, untuk berkas perkara dua pembangunan cold storage di MBD ini, penyidik sudah berkoordinasi dengan BPKP Perwakilan Maluku-Malut untuk kepentingan perhitungan jumlah kerugian negara.

Dia mengaku, dalam perkara ini, penyidik telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) proyek tersebut.

“Pentahapan LKPP juga kita sudah selesaikan, tinggal hasil audit saja yang kita sedang tunggu dari BPKP,” ungkap Lawalatta, Senin (1/3).

Data yang dihimpun koran ini di kantor Kejari MBD, pada tahun 2015, Dinas Perikanan Kabupaten MBD menggelontarkan dana sebesar kurang lebih Rp.1.4 miliar untuk pembangunan dua unit cold storage di Letti dan Moain. Proyek tersebut dikerjakan kontraktor ST.

Namun dalam proses pekerjaan disinyalir, terjadi bagi bagi pekerjaan pada proyek. Dimana ST mengerjakan fisik atau bangunan pabrik es tersebut. Sedangkan untuk mesin pembuat es diserahkan kepada JK yang saat itu menjabat selaku Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Barat Daya.

Dalam pengerjaannya, ternyata terjadi kekurangan volume pekerjaan yang dikerjakan ST. Begitu juga dengan mesin pengelola dan pembuat es yang ditangani JK.
Sesuai dokumen kontrak, semestinya mesin produksi es ini mampu memproduksi es sebanyak 2 ton perhari. Namun nyatanya kedua mesin yang ada pada proyek yang dikerjakan ST tidak mampu memproduksi es sebanyak 2 ton perhari. Alias mesin yang dibeli sama sekali tidak sesuai spek di dalam kontrak.

Akibat perbuatan ST dan JK, proyek pembangunan cold storage milik Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Barat Daya, merugikan keuangan ratusan juta rupiah.(SAD)

Comment