by

Kasus Fery Tanaya Siap Disidangkan

Ambon, BKA- Tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Buru dan Kejati Maluku bekerja marathon, untuk menyelesaikan perkara tersangka Fery Tanaya dan Abdul Gafur Laitupa.

Kedua tersangka yang dijerat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan PLTMG 10 MV di Dusun Jiku Besar, Kabupaten Buru, itu baru saja dilakukan tahap II, yang kemudian akan dilanjutkan dengan pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor Ambon di Pengadilan Negeri Ambon.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, mengatakan, berkas perkara kedua tersangka, informasinya akan dilimpahkan ke PN dalam pekan ini.

“Informasinya pekan ini mereka limpah berkas. Saya juga tidak bisa pastikan hari apa, tapi nanti rekan-rekan pantau saja,” ujar Sapulette, ketika di hubungi melalui selulernya, Selasa (27/4).

Di sisi lain, sumber jaksa, mengatakan, berkas perkara kedua tersangka (Fery Tanaya dan Abdul Gafur Laitupa), tim JPU sebenarnya akan melimpahkan berkas tersebut pada Selasa (27/4) kemarin.

Namun hal itu urung dilakukan, katanya, karena panitera bagian tipikor tidak menerima berkas dua tersangka ini, mengingat ada beberapa data tambahan yang harus dilengkapi terlebih dahulu oleh penuntut umum.

“Itu masih ada beberapa data yang harus dilengkapi, makanya panitera mengarahkan kita lengkapi dulu. Dan sudah pasti, Rabu besok (hari ini), berkas perkara dua tersangka ini dilimpah di PN untuk kepentingan sidang,” jelas sumber yang menolak namanya dikorankan.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Rorogo Zega, mengatakan, penahanan terhadap Fery Tanaya dan Abdul Gafur Laitupa itu dilakukan setelah tahap II dari penyidik ke penuntut umum Kejati Maluku.

“Jadi karena penuntut umum katakan berkas perkara lengkap atau P21, maka penyidik langsung melakukan tahap II ke penuntut umum. Karena kasus ini TKP di Kabupaten Buru, sehingga yang bertindak sebagai penuntut umum dalam perkara ini adalah Kejari Buru sendiri. Nanti baru dibantu tim dari Kejati Maluku,” ungkap Rorogo, saat menggelar jumpa pers di kantor Kejati Maluku, Senin (26/4).

Pada proses tahap II tersebut, katanya, langsung diikuti dengan penahanan kepada kedua tersangka di Lapas Kelas IIA Ambon. Mereka akan ditahan selama 20 hari ke depan.

“Kedua tersangka ditahan berdasarkan surat perintah penahanan yang langsung ditandatangi Kajati Maluku. Keduanya juga sudah dibawa ke Rutan kelas II A Ambon di kawasan Waiheru,” pungkasnya.(SAD).

Comment