by

Kasus Irigasi Sariputih SP3

beritakotaambon.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Maluku Tengah (Malteng), tidak menindaklanjuti penuntasan kasus dugaan korupsi pembangunan irigasi di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara Kobi, Kabupaten Malteng.

Kejari Malteng telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap kasus tersebut.

Kajari Malteng, A. O. Mangontan, mengatakan, penerbitan SP3 dilakukan karena kerugian negara dikasus itu terlalu kecil.

Selain itu, lima tersangkanya, yakni, Ahmad Litiloly selaku PPTK, Markus Tahya selaku pembantu PPTK, Yonas Riuwpassa selaku Dirut CV Surya Mas Abadi, Benjamin Liando selaku peminjam perusahan atau kontraktor, dan Megy Samson selaku KPA, sudah mengembalikan semua kerugian negara.

Menurutnya, kasus itu berawal saat penyidik menemukan kerugian negara sebesar Rp 800 juta lebih di proyek pembangunan irigasi itu. Setelah dilakukan gelar perkara yang menhadirkan auditor BPKP dan ahl, kerugian yang ditemukan sebesar Rp 100 juta lebih.

Baca juga: Kajati Rencana Renovasi Pesantren Islam Shuffah Hizbullah

“Hasil gelar perkara, kerugian hanya Rp 100 juta lebih. Dan ini dilakukan melalui gelar perkara yang dihadiri semua pihak yang berkepentingan. Dari kerugian itu juga sudah dikembalikan para tersangka, sehingga penyidik langsung melakukan SP3,” ujar Mangontan, Jumat (20/8).

Dengan penerbitan SP3 terhadap kasus tersebut, katanya, maka para tersangka telah dilepas.

Selain itu, katanya, proyek tersebut juga sudah dinikmati masyarakat. Tidak ada masalah yang begitu berdampak kepada kerugian keuangan negara.

“Jadi setelah kita cek dilapangan, ternyata proyeknya sudah selesai dikerjakan dan dimanfaatkan masyarakat. Kita lakukan bersama ahli kontruksi yang dihadirkan para tersangka sendiri,” tandasnya.(SAD)

Comment