by

Kasus Jalan Lingkar Wokam Terus Bergulir

beritakotaambon.com – Meski terkesan jalam ditempat, namun penyelidikan kasus dugaan korupsi pekerjaan jalan lingkar Wokam di Kabupaten Kepulauan Aru, masih terus bergulir di Kejaksaan Tinggi Maluku.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Wahyudi Kareba, mengungkapkan, penyelidikan kasus dugaan korupsi jalan lingkar Wokam masih bergulir. Masih dalam penyelidikan tim intelijen.

“Kasus dugaan korupsi jalan lingkar Wokam masih berjalan. Saat ini, masih dalam penyelidikan intel Kejati,” ujar Kareba, Senin (6/9).

Terhadap sejumlah kasus yang bergulir di Kejati Maluku, katanya, walau progresnya terkesan lambat, tapi kasusnya tetap berjalan. “Semua kasus yang dilaporkan itu, lambat atau cepat, progresnya berjalan,” akuinya.

Juru Bicara Kajati Maluku itu mengatakan, jika tidak ada kendala, hasil penyelidikan yang dilakukan tim intelijen terhadap kasus dugaan korupsi jalan lingkar Wokam, akan diekspos dalam waktu dekat.

“Kalau tidak ada kendala, pasti hasil penyelidikannya diekspos. Tapi nanti baru kita lihat, karena itu baru rencana,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kareba mengatakan, penanganan kasus ini sempat tertunda karena momen Pilkada sejak tahun 2020 di Kabupaten Kepulauan Aru. Tapi saat ini, pengusutannya kembali dilakukan.

“Proses sudah mulai jalan. Karena Kejati Maluku saat ini tidak main-main dalam pengusutan kasus,” jelasnya.

Baca juga: Kasatpol PP Bursel Diperiksa 7 Jam dalam Status Tersangka

Informasi yang dihimpun koran ini, nama Thimotius Kaidel alias Timo digadang-gadang sebagai orang yang akan bertanggungjawab dalam kasus ini. Sebab dia yang mengerjakan langsung proyek tersebut.

Diketahui, proyek Jalan Lingkar Pulau Wokam dikerjakan oleh Kontraktor Thimotius Kaidel, dengan menggunakan PT Purna Dharma Perdana, yang beralamat di Bandung, Jawa Barat.

PT Purna Dharma Perdana pernah masuk daftar hitam alias diblacklist oleh pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Januari 2014 – Januari 2016 lalu, karena bermasalah saat menangani proyek disana.

Untuk diketahui, proyek pembangunan Jalan Lingkar Pulau Wokam di Kabupaten Kepulauan Aru sepanjang 35 kilometer, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2018.

Baca juga:
Berkas Dua Pembunuh JMP Diserahkan ke Jaksa

Pekerjaannya diduga tidak sesuai spesifikasi atau keluar dari perencanaan. Saat itu, pekerjaan baru dilakukan kurang lebih 15 kilometer. Masih tersisa 20 kilometer yang belum diselesaikan oleh pelaksana proyek atau kontraktor.

Meski pekerjaan proyek belum rampung, namun anggarannya sudah dicairkan 100 persen. Selain itu, ada juga beberapa item proyek yang diduga belum tuntas dikerjakan. Diantaranya, drainase pada sisi kiri dan kanan jalan. Padahal dalam kontrak, ada anggaran untuk pembangunan gorong-gorong senilai Rp 2 miliar.
Akibat pelaksana proyek saat itu belum membangun gorong-gorong, dampaknya saat hujan, air merusak jalan tersebut. (SAD)

Comment