by

Kasus Jumbo Tunggu Tindakan Rorogo Zego

Ambon, BKA- Sejumlah kasus dugaan koruspi yang terjadi di Provnsi Maluku, tengah menanti tindakan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Rorogo Zego yang baru dilantik.

Direktur LSM LIRA Maluku, Jan Sariwating, mengungkapkan, ada sejumlah kasus dugaan korupsi jumbo yang hingga saat ini belum sempat diselesaikan oleh Kejati Maluku. Misalnya, kasus dugaan korupsi Repo Obligasi Bank Maluku, kasus dugaan korupsi Jalan Lingkar Wokam di Kabupaten Kepulauan Aru maupun beberapa kasus lainnya.

Semua kasus dugaan korupsi miliaran rupiah itu, katanya, akan menjadi “Pekerjaan Rumah (PR)” bagi Rorogo Zego selaku Kajati Maluku yang baru, untuk diselesaikan pada masa kepemimpinannya.

“Kasus-kasus yang saya sebutkan itu harus menjadi PR bagi pak Rorogo Zego, untuk diselesaikan,” ujar Sariwating, melalui selulernya, Minggu (9/8).

Sebagai lembaga independen, LIRA akan terus mengawal proses pembangunan di Maluku, termasuk didalamnya pengawasan terhadap penegakan hukum.

Untuk itu, pergantian Kajati maupun jabatan tertinggi pada instansi penegak hukum lainnya di Maluku, jangan hanya dilihat dari sisi serimonial belaka. Sebab hal itu tidak akan berdampak positif pada proses pembangunan di Maluku.

Namun hal itu harus dijadikan sebagai upaya pemerintah untuk memberi jaminan penegakan hukum di tengah masyakat. “Mau dia itu orang dari mana, asalkan berkomitmen bangun Maluku dari sisi pemberantasan korupsi, harus didukung. Sehingga pergating Kajati tidak dipandang sebagai serimonial saja. Itu yang harus diperhatikan,” jelasnya.

Karena itu, terangnya, personil Kejati Maluku juga harus lebih meningkatkan kinerjanya dalam penegakan hukum, terutama dalam penanganan sejumlah kasus yang sudah dilaporkan. Karena terntu semua langkah itu sedang ditunggu masyarakat.

“Kan ada sejumlah kasus yang masih di tahap penyelidikan, ada yang sudah diusut dan juga yang belum. Disini saya mau buka-bukaan saja, Kejati Maluku harus selesaikan kasus-kasus ini. Apalagi sudah ada pimpinan baru, maka semangat baru dalam “mengupas” kasus-kasus tersebut sangat diperlukan,” tandasnya.(SAD).

Comment