by

Kasus Kekerasan Perempuan Meningkat di Buru

Ambon, BKA- Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Buru jumlahnya meningkat di 2020, dibanding 2019 lalu.

Ketua Panitia Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-92 Tahun 2020 Kabupaten Buru, Sukmawati R. Umasugi, mengungkapkan, peningkatan kasus itu ditenggarai oleh merebaknya pandemi Covid-19, sehingga banyak keluarga yang terhimpit masalah ekonomi.

Selain itu, karena pandemi Covid-19, banyak anggota keluarga tidak berkerja atau tinggal didalam rumah, sehingga rawan terjadi tindak kekerasan dalam keluarga.


“Kasus yang menimpah anak bisa terjadi karena kurang adanya pengasuhan dari orangtua dan keluarga. Sedangkan kasus yang menimpah perempuan bisa terjadi karena masalah himpitan ekonomi, dimana pada masa pandemi banyak anggota keluarga tidak berkerja atau tinggal didalam rumah dan kekerasan bisa terjadi karena pola asuh orangtua yang tidak baik,” terang Umasugi, saat membuka kegiatan sosialisasi perlindungan terhadap perempuan dan anak di Desa Jamilu, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, kemarin.

Pada 2019 lalu, ditemukan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Buru sebanyak 24 kasus, yang enam kasus diantaranya merupakan kasus kekerasan seksual.

Sedangkan pada 2020, katanya, secara keseluruhan ditemukan 37 kasus, 12 kasus diantaranya merupakan kekerasan seksual. Kasus terbanyak dari Kota Namlea, di Kecamatan Namlea.

“Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Buru pada tahun ini meningkat dari tahun 2019,” katanya.

Sosialisasi perlindungan terhadap perempuan dan anak dalam rangka Peringatan Hari Ibu, sebagai bentuk penghargaan kepada perjuangan perempuan Indonesia dari masa ke masa.

“Kami panitia melaksanakan kegiatan sosialisasi perlindungan terhadap perempuan dan anak di Desa Jamilu. Kenapa di Desa Jamilu, kenapa Kecamatan Namlea, karena Kecamatan Namlea juga termasuk salah satu kecamatan yang tingkat kekerasan dalam rumah tangga tinggi. Kemudian karena Desa Jamilu juga merupakan desa yang strategis dalam hal ini bertetangga dengan desa-desa yang lain,” ucap istri Bupati Buru, Ramly Umasugi.

Tidak hanya melakukan sosialisasi, namun kegiatan yang berkerjasama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Buru itu juga melakukan pembagian bantuan sembako terhadap janda tua di Desa Jamilu.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa (Kades) Jamilu, Bakri Ismail, mengatakan, Pemerintah Desa Jamilu mengucapkan terima kasih kepada panitia Hari Ulang Tahun Ibu yang ke-92, karena Desa Jamilu ditunjuk sebagai tuan rumah kegiatan sosialisasi perlindungan terhadap perempuan dan anak.

“Olehnya itu, kami atas nama pemerintah dan masyarakat Desa Jamilu mengucapkan terima kasih kepada panitia yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini di Desa Jamilu. Dan kami pun merasa berterimakasih, bahwa panitia juga memberikan santunan sembako kepada 25 janda tua yang berada di Jamilu,” pungkasnya. (MSR)

Comment