by

Kasus PHK di Ambon Bertambah

Ambon, BKA- Pasca penerapan PSBB Hinga PSBB Transisi akibat pandemi Covid-19, kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di kota Ambon mengalami penambahan. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Ambon, enggan beberkan total laporan kasus PHK yang diterima.

Kasus PHK yang terjadi, sebagaian besar menimpa karyawan kontrak berstatus Perjanjian Kerja Waktu (PKWT) pasca pandemi Covid-19 di Kota Ambon. Bahkan ada yang hanya dirumahkan namun dijanjikan akan dipanggil setelah pandemi.

Akan tetapi, sebagian yang di PHK, belum mendapat pesangon maupun tunjangan dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kota Ambon.
Sebelumnya, ada 10 kasus PHK yang diterima Disnaker Kota Ambon. Bahkan ada penambahan jumlah kasus PHK yang terjadi.

Kepala Disnaker Kota Ambon, Godlief Soplanit mengaku, setiap perusahaan yang mempekerjakan karyawan wajib memberikan tunjangan maupun pesangon saat karyawan tersebut di PHK akibat pandemi Covid-19.

Namun, kata dia, banyak PKWT yang belum mendapat tunjangan maupun pesangon saat di PHK. Dan jika kinerjanya bagus, maka akan dipanggil kembali untuk bekerja usai pandemi.

“Kalau di PHK, kita lihat jenis janji kerjanya. Kalau dia pegawai tetap itu wajib dapat pesangon, tapi kalau dia cuman PKWT misalnya Kontrak, itu habis kontrak tidak ada pesangon,” ungkap Soplanit, saat dihubungi koran ini, Jumat (7/8).

Dituturkan, banyak karyawan PKWT seperti sales, debt collector dan sebagainya yang di PHK maupun dirumahkan sementara waktu akibat pandemi. Namun untuk nasib karyawan yang bekreja di berbagai perusahaan besar tidak PHK, tetapi untuk sementara waktu dirumahkan dengan alasan mencegah penularan wabah Covid-19.

“Mereka dirumahkan saja, sambil menunggu kalau masa pandemi ini selesai, mereka dipekerjakan kembali. Dan itu mereka sudah bikin surat pernyataan yang dikirim buat Disnaker dengan Pak Wali (Walikota),” sebutnya.

Disinggung soal jumlah laporan kasus PHK yang diterima hingga saat ini, Soplanit enggan menjawab. Kata dia, pihaknya belum mendapatkan data rekap soal keseluruhan data karyawan yang di PHK selama pandemi Covid-19.

“Ini saya belum dapat rekap data. Yang kemarin itu ada tambah sekitar 4 atau 5 mungkin. Sebelumnya itu kita mediasi ada 10,” bebernya.
Ia menjelaskan, mediasi 10 kasus PHk sebelumnya itu sudah selesai. Bahkan kasus tersebut tidak berlanjut ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). (BKA-1)

Comment