by

Kasus Satpol PP Bursel, Kejari Kantongi Nama Tersangka

Ambon, BKA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru telah mengantongi nama calon tersangka, dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan pengadaan pakaian Linmas dan dinas pegawai Satpol PP Kabupaten Buru Selatan (Bursel) tahun anggaran 2015, 2018 dan 2019.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buru, Muhtadi, mengatakan, sudah ada nama calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara ratusan juta rupiah tersebut.

Nama calon tersangka tersebut, katanya, tentu didapat dari keterangan saksi, saat diperiksa oleh penyidik Kejari Buru.

Dari keterangan saksi ini kan, tentu penyidik menanyakan, siapa yang berperan, siapa yang berbuat dan sebagainya. Dari sekian keterangan saksi itu, bisa ditemukan siapa yang melakukan apa.

“Calon tersangka sudah ada dari keterangan saksi-saksi. Sudah mengerucut ke nama tertentu. Sudah kita kantongi namanya, yang dianggap bertanggung jawab dan memiliki niat jahat untuk mengeruk keuntungan yang tidak sah. Itu sudah dari keterangan saksi, alat bukti-bukti yang kita sita di perkara itu, juga sudah ada,” kata Muhtadi, kepada BeritaKota Ambon, diruang kerjanya, Kamis (8/4).

Namun saat disinggung terkait sudah berapa orang calon tersangka yang dikantongi Kejari Buru saat ini, kata dia, itu berdasarkan keterangan dan alat bukti yang telah diterima penyidik Kejari Buru, untuk sementara satu orang. Tapi tidak menutup kemungkinan, akan ada calon tersangka lain dalam kasus itu.

“Iya, minimal satu orang dulu lah. Minimal satu orang untuk yang lainnya menyusul, karena kerugian negaranya kita pertimbangkan. Karena kita akan mencari orang yang paling bertanggung jawab,” ujar Muhtadi.

Menurut dia, Kejaksaan Negeri Buru terus mendalami penyidikan kasus dugaan di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Buru Selatan, untuk mendapatkan siapa yang paling bertanggung jawab dikasus itu.

“Sekali lagi selalu saya katakan, orang yang paling bertanggung jawab. Dari sekian orang yang melakukan kejahatan itu, kita akan timbang, siapa yang memiliki niat jahat untuk melakukan itu, siapa yang memiliki kekuasaan dan kewenangan yang dengan kewenangannya itu disalah gunakan untuk menimbulkan keuntungan yang merugikan keuangan negara,” ungkapannya.

Diberitakan sebelumnya, Kajari Buru, Muhtadi mengatakan, sebetulnya kecil saja untuk tahun 2015 itu Rp 88 juta, tahun 2018 ada Rp 18 juta untuk pengadaan baju dinas. Kemudian tahun 2019 hampir Rp 400 juta untuk baju Linmas dan atributnya.

“Jadi dengan tiga kegiatan pengadaan itu sekitar hampir Rp 600 juta atau Rp 560 juta jumlah anggarannya,” ujar Muhtadi, Kamis (25/3) lalu.

Namun soal modus dugaan korupsi pengadaan baju dinas dan pakaian Linmas di Satpol PP Bursel, Kajari Buru memaparkan, sementara ini masih didalami melalui pemeriksaan saksi untuk tahun anggaran 2018.

“Perusahaan-perusahaan itu hanya dijadikan alat, dipinjam saja untuk melakukan pencairan uang. Dan Pengadaannya dilaksanakan sendiri kepala dinas (Kasatpol PP Bursel) ya, dengan membeli baju tersebut atau memesan ke pedagang di Pasar Senin, Jakarta,” paparnya.

“Berdasarkan keterangan yang bersangkutan (Asnawi Gay) di 2015 dan 2019, itu yang bersangkutan yang membelanjakan sendiri uangnya. Untuk 2018 belum, masih kita mintai keterangan kepada pejabat-pejabat terkait,” tambahnya. (MSR)

Comment