by

Kasus Tender Asrama Haji Akan Diadukan ke DPRD

AMBON-BKA, Kasus tender proyek perancanaan revitalisasi dan pengembangan asrama haji sebesar Rp 2 miliar, saat ini tengah bergulir di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Maluku.

Namun pihak pelapor, PT Genta Prima Pertiwi KSO CV Kinami belum merasa puas. Mereka bakal mengadukan dugaan kecurangan itu ke DPRD Provinsi Maluku.

Bahkan kasus yang diduga menyeret Kepala Kanwil Kemenag Maluku, Jamaludin Bugis, dan Kabid Penyelanggara Haji dan Umroh (PHU), Hi Yamin, rencananya akan dilaporkan juga ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

Kepala Cabang Ambon PT Genta Prima Pertiwi, Saiful Tutupoho, mengatakan, meskipun sudah dilaporkan kepihak kepolisian, namun tidak salah kalau disampaikan juga ke pihak Kejaksaan dan DPRD Maluku.

Menurut Tutupoho, ada dugaan permainan kotor atau persekongkolan dalam pelaksanaan tender proyek tersebut.

Awalnya, tender proyek itu sudah dimenangkan oleh PT Genta Prima Pertiwi KSO CV Kinami. Namun KPA dan PPK, membatalkan keputusan Pokja. Kemudian dilakukan tender ulang, dan PT Parahyangan Putra Cemerlang dinyatakan sebagai pemenang untuk paket jasa konsultansi perencanaan revitalisasi dan pengembangan Asrama Haji Waiheru Ambon.

Langkah sepihak yang dilakukan KPA dan PPK, terang Tutupoho, sudah menyalahi aturan UU RI Nomor 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

“Dari pihak kami tetap akan tindaklanjuti, apa lagi sampai sekarang laporan kami di Ditreskrimsus Polda Maluku masih dalam tahap proses penyelidikan. Jadi renacannya kami juga akan mengajukan laporan yang sama ke pihak Kejaksaan dan Komisi III DPRD Maluku,“ kata Tutupoho, Kamis (22/7).

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan konfirmasi kembali ke Ditreskrimsus Polda Maluku, untuk mempertanyakan perkembangan pemeriksaan perkara itu.

Bukan hanya itu, dirinya juga akan memasukan bukti baru atas laporannya, berupa dokumentasi pekerjaan sondir dilokasi asrama haji.

Pekerjaan sondir, terangnya, baru bisa dilakukan setelah sudah ada penetapan pemenang tender. Tapi hal itu sudah dilakukan sebelum dilakukan proses pelelangan.

Selain itu, ada juga bukti foto copy lembaran surat yang dibuat PPK yang mengatas namakan Pokja, tentang persetujan atas pembatalan PT Genta Prima Pertiwi sebagai pemenang dan memenangkan PT Parahyangan Putra Cemerlang.

“Intinya, kami tetap akan melanjutkan perkara ini ke Kejaksaan dan Komisi DPRD. Itu akan dilakukan dalam waktu dekat,” tegas Tutupoho. (RHM)

Comment