by

Kasus Timbunan Fiktif RS Namrole, Enam Saksi Kembalikan Uang Negara

Enam saksi pada kasus dugaan korupsi proyek fiktif tanah timbunan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), kembalikan kerugian negara.

Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Buru, Azer Jongker Orno, mengungkapkan, jumlah kerugian negara yang dikembalikan keenam saksi pada proses penyidikan itu sebesar Rp 120 juta.

Menurut Orno, proyek yang secara administrasi dikerjakan oleh CV Sinar Bupolo milik Anggota DPRD Buru, Roby Nurlatu, pada tahun anggaran 2020 lalu itu sesuai perkiraan jaksa merugikan keuangan negara sebesar Rp 370 juta.


“Sudah ada sekitar enam orang yang mengembalikan dan totalnya sudah sekitar seratus jutaan lebih. Nilai pastinya belum, karena sebelumnya ada Rp 116 juta yang telah diselamatkan dan ada tambahan lagi. Jadi taruhlah sekitar Rp 120 juta, kurang lebih begitu mungkin,” kata Orno, Minggu (9/5).

Salah satu saksi yang melakukan pengembalian kerugian negara, yakni, LA selaku PPK pada proyek tersebut pada 6 Mei 2o21 lalu, dengan nilai Rp 3,5 juta.

“Yang mengembalikan uang tersebut adalah saudara berinisial LA selaku PPK dalam kegiatan tersebut. Mengembalikan sejumlah uang sebesar Rp 3,5 juta rupiah. Oleh karena itu, yang dia kembalikan sesuai dengan dia peroleh,” ujar Orno.

Sedangkan lima saksi lainnya yang juga telah melakukan pengembalian kerugian negara, sudah dilakukan terlebih dahulu.

Untuk itu, Orno meminta, pihak-pihak yang berperan dalam tindak pidana korupsi untuk segera menyerahkan keuntungan tidak sah yang diperolehnya.

“Tapi kalau untuk kerugian dalam dugaan korupsi tersebut, masih ada kurang lebih dua ratusan juta yang belum dikembalikan oleh para terduga,” pungkasnya. (MSR)

Comment