by

Kedisiplinan Siswa Mulai Memudar

Ambon, BKA- Kepala SMA Kartika XIII-1 Ambon, D. Adriaansz, mengungkapkan, disiplin siswa secar perlahan mulai memudar, seiring pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada masa pandemi Covid-19.

Siswa mulai mencoba untuk mengenyampingkan berbagai aturan dasar yang selama ini sudah ditanamkan di sekolah. Misalnya disiplin bangun pagi untuk menerima pelajaran.

Pada kondisi normal, biasanya siswa sudah ada di sekolah pada pukul 07.00 WIT. Namun sekarang, saat guru meminta siswa untuk tepat waktu mengikuti pelajaran secara Daring pada pukul 08.00 WIT, banyak siswa yang terlambat. Bahkan ada yang informasinya belum bangun.

Tentu saja, hal tersebut menjadi keprihatinan tersendiri dikalangan guru. Padahal, dengan pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) yang diterapkan pemerintah saat ini, dimaksudkan agar siswa dapat tetap menjaga kedisiplinan yang sudah tertanam di sekolah.

“Sebagai guru, dalam konteks dan kondisi apapun, guru merupakan pendidik. Sehingga sebelum dia melakukan peroses pembelajaran, nilai-nilai pendidikan karakter harus ditanamkan dalam diri setiap siswa.

Karena ruang tidak tersedia untuk bertatap muka langsung, maka itu kembali kepada sikap anak dan keluarga. Namun sebagai guru, hal itu tetap di tanamkan oleh guru,” kata Adriaansz, Rabu (23/9).

Dengan waktu pembelajaran yang singkat, guru dituntut untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, katanya, jika siswa tidak memanfaatkan waktu dengan baik, tentu akan berdampak bagi diri mereka sendiri.

“Itu sikap anak yang sering terjadi selama pembelajaran online. Padahal kelas online lebih sempit waktunya dari biasanya.
Disekolah, waktu belajar 1 jam 45 menit. Sekarang hanya menjadi 35 menit. Dengan waktu yang semakin di persempit itu, lalu tidak dimanfaatkan oleh siswa dengan baik, maka siswa akan rugi sendiri. Guru tidak bisa tunggu siswa yang masih tidur. Resikonya adalah, mau belajar atau tidak, saat mengumpulkan tugas, dia harus kumpul juga,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, kata Adriaansz, sekolah mengintensifkan peran guru Bimbingan Konseling (BK), yang terus melakukan evaluasi terhadap sikap dan perilaku anak selama proses belajar virtual.

Menurutnya, penilaian itu penting, karena pada evaluasi hasil belajar nanti, sikap dan perilaku siswa juga menjadi indikator penilaian. “Setiap kelas virtual, itu guru BK masuk semua kelas. Jadi di semua kelas, guru BP itu tetap ada, walaupun dia hanya mengintip sebentar, kemudian masuk lagi ke kelas lain. Itu diharuskan, sebab itu menjadi penilaian sikap bagi guru BK. Dia membuat sebuah evaluasi, untuk nantinya memberikan konseling bagi anak-anak,” pungkasnya. (LAM)

Comment