by

Kegiatan Kantor DPRD Masih Dibatasi

Ambon, BKA- Aktifitas Perkantoran DPRD Provinsi Maluku masih dibatasi, seperti penerimaan tamu maupun sejumlah agenda lainnya.

Hal itu dilakukan setelah ditemukan adanya seorang anggota dan staf ASN Sekretariat DPRD Maluku yang terpapar Covid-19.

Selain itu, setelah dilakukan tracking beberapa waktu lalu, empat ASN di kantor itu diharuskan untuk melakukan Swab.

Karena hasil Swab keempat ASN itu belum diketahui, maka aktivitas di kantor legislatif itu masih tetap berlangsung, namun dibatasi.

Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury, mengungkapkan, dari hasil Swab keempat ASN itu, nanti akan dievaluasi langkah selanjutnya.

“Empat ASN yang sementara di-Swab, hasilnya itu belum ada di kita. Kalau sudah ada, pasti saya sampaikan. Kita berharap, hasilnya negatif,” tandas Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury, kepada awak media, Jumat(7/8).

Jika hasil Swab keempat ASN itu dinyatakan negatif, maka aktifitas perkantoran akan kembali normal, berjalan seperti biasa. Karena bagaiaman pun, sebagai lembaga yang melayani publik jangan sampai ditutup sementara.

Tapi bila hasil Swab keempat ASN itu positif, bisa saja kantor DPRD ditutup sementara, dalam rangka sterilisasi. Itu tidak menjadi masalah, karena sesuai protap kesehatan.

“Jadi kita tunggu saja hasil Swab dari pada empat ASN. Kalau sudah ada hasilnya, dan hasilnya positif, maka pimpinan akan melakukan rapat internal dengan pak Sekwan untuk dibicarakan langkah-langkah seperti apa yang diambil. Karena bagaimanpun mereka itu pegawai disini,” ujarnya.

Namun sebelum mengambil langkah yang diperlukan, maka harus dikoordinasi dulu dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, Kasrul Selang.

Hal itu perlu dilakukan, karena langkah yang diambil harus sesuai dengan aturan yang berlaku.

Namun, kata Wattimury, pihaknya tidak mau ada lagi korban-korban berikutnya. Sehingga apapun kebijakan yang diambil, itu semua dalam rangka mengatasi penyebaran Covid-19.

“Kita tidak ingin ada lagi persoalan yang muncul dengan bertambahnya orang yang positif. Itu yang kami tidak mau. Karena itu, kita lihat kegiatan-kegiatan di dewan seperti biasa, cuma kita membatasi tamu-tamu yang datang. Bahkan di saya sendiri, saya juga meminta ke sekretaris agar tidak lagi harus ada lagi orang yang masuk dengan jumlah yang banyak. Kita membatasi itu, karena keamanan pribadi kita juga harus dijaga kesehatannya,” jelasnya.(RHM)

Comment