by

Kejaksaan Amankan Direktur CV. Pelory Karyatama

Ambon, BKA- Setelah mengeksekusi terpidana Ong Onggianto Andreas ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Ambon, Rabu (10/3), tim Tabur Kejaksaan Agung RI dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman, kembali mengamankan satu terpidana atas nama Muhammad Latuconsina alias Jon, Direktur CV. Pelory Karyatama, terpidana kasus korupsi di Maluku.

Penangkapan terhadap Latuconsina, tepatnya di Jalan Merpati 86 E, Condong Catur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (17/3/2021), pukul 12.40 WIB.

Pria 65 tahun yang menjadi buronan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku selama kurang lebih 9 tahun itu tanpa perlawanan.

Buronan yang sebelumnya bermukim di Jalan Air Mata Cina, Kelurahan Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, ini merupakan Direktur CV. Pelory Karyatama.

Pengamanan terhasap DPO, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2122 K/PID.SUS/2011 tanggal 12 Februari 2012, Jon dijatuhi pidana penjara 4 tahun dan dihukum membayar denda sebesar Rp.300 juta, subsidiair 6 bulan kurungan.

Dia divonis bersalah telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain pada saat bertindak sebagai Kontraktor Pelaksana Kegiatan Pengadaan Alat-Alat Laboratorium Pengawetan pada Politeknik Negeri Ambon Tahun Anggaran 2009.

Atas perbuatan terpidana negara dirugikan sebesar Rp. 616.072.728. Nilai kerugian ini sesuai Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dari BPKP Perwakilan Maluku, 13 Agustus 2010.

“Jadi terpidana Muhammad Latuconsina alias Jon diamankan setelah sebelumnya melarikan diri sejak tahun 2012. Dan saat ini sudah diamankan tim tabur,” ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam siaran persnya, Rabu (17/3).

Jon dinyatakan kabur setelah Jaksa Eksekutor melakukan pemanggilan secara patut dan layak berdasarkan ketentuan. Sayangnya, yang bersangkutan malah melarikan diri.

“Melalui program Tabur Kejaksaan, kami menghimbau kepada seluruh DPO Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” tandas Leonardo.(SAD).

Comment