by

Kejari Buru Kantongi Calon Tersangka TP Bursel

BURU-BKA, Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru telah mengantongi daftar nama calon tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi Tambatan Perahu (TP), di Desa Labuang, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) tahun anggaran 2019.

“Iya, dari awal penyidikan tentu kan kita sudah menyisir si A melakukan apa, si B melakukan apa. Jadi fakta-fakta itu kan begitu ekspos naik ke penyidikan, kita sudah bisa menentukan si A perannya sebagai apa, si B perannya seperti apa, kemudian si C dan lain-lain,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buru, Muhtadi, kepada BeritaKota Ambon, Minggu (1/8).

Baca: Desak Kejari Buru Periksa Kades Sekat

Menurut dia, pihaknya telah menetapkan pelaku utama dan para pelaku lainnya yang turut serta melakukan perbuatan melawan hukum ini.

“Jadi sudah kita tetapkan mana pelaku utama, mana yang melakukan pembantuan dan mana yang turut serta. Jadi dari awal proses ini naik ke penyelidikan, kita sudah mengklasifikasikan perbuatan materil masing-masing orang yang terlibat dalam kasus ini,” sebutnya.

Dalam kasus ini, jelas Muhtadi, calon tersangka lebih dari satu orang. Namun, pihaknya akan mencari orang yang paling bertanggung jawab atas kasus ini.

“Calon tersangkanya tidak satu orang, tapi lebih dari satu. Supaya komprehensif mana yang akan kita mintakan pertanggung jawaban pidana dan mana yang perannya. Meskipun perannya ada di situ bisa dieliminir. Artinya kalau ada sepuluh orang, tidak mungkin sepuluh akan ditetapkan sebagai tersangka. Tetapi kembali lagi kebutuhan pembuktian di persidangan, tentu ada pelaku-pelaku yang menjadi justice collaborator,” paparnya.

Dirinya juga memberikan alasan terkait belum adanya penetapan tersangka dalam kasus yang diduga merugikan keuangan negara senilai Rp 500 juta ini.

“Kenapa kita belum menetapkan tersangka supaya orang tidak disandera dengan status (tersangka). Jadi ada kasus-kasus yang sudah bisa kita tetap tersangka. Dan ada kasus yang memang dalam strategi pengungkapannya kita lakukan dulu audit, nanti setelah ketahuan auditnya baru penetapan tersangka,” pungkasnya.

Baca: Desak Kejari Buru Periksa Kades Sekat

Sekedar tahu, Sukri Muhammad sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) karena pada saat itu yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Kabupaten Bursel. Selain itu, Sukri juga sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi MTQ Tingkat Provinsi Maluku di Bursel tahun 2017 lalu.

Diberikan sebelumnya, khusus untuk Sukri Muhammad, kata Muhtadi, dia telah diperiksa dua kali di kasus tersebut. Pertama, saat giat tingkat intelejen dan kedua di penyelidikan. Dan ditanya tentang bagaimana proses penganggaran, pengadaan, pelaksanaan, hingga petunjuk teknis yang dipakai dalam kegiatan tersebut.

Muhtadi juga menyebutkan, saat ini, Korps Adhyaksa di Buru sedang mendalami dugaan penyelewengan proyek senilai Rp 600 juta di Dishub Kabupaten Bursel. (MSR)

Comment