by

Kejari Buru Tagih Tunggakan Pajak Rp63 Juta

Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru berhasil menagih tunggakan pajak dari lima wajib pajak yang belum membayar, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sejak tahun 2019 hingga 2020.

Dalam penagihan tersebut, dana sebesar Rp 63.417.445 berhasil ditagih Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun), Muji Achmad Muthaqin dari wajib pajak tersebut.

Kejari Buru, selaku kuasa dari Pemda Kabupaten Buru ditugaskan untuk menyelesaikan tunggakan pajak dari wajib pajak, guna memulihkan keuangan daerah. Sebab, jika wajib pajak lalai dan tidak mengindahkan kewajiban membayar pajak, maka pihaknya akan membawa permasalahan itu ke pengadilan.

Dana tunggakan pajak itu, kemudian diserahkan oleh Plh Kajari Buru, Azer Jongker Orno kepada Kepala Bidang Pajak Bumi dan Bangunan (Kabid PBB) Dinas Pendapatan Daerah Buru, Yadi, di kantor Kejari Buru, Kota Namlea, Kabupaten Buru, Selasa (25/5).

Kasi Intel Kejari Buru ini mengatakan, pengembalian ini sebagai menindak lanjuti Memorandum of Understanding (MoU) Kejari Buru dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Buru.

“Melalui Surat Kuasa Khusus Dinas Pendapatan Daerah, kepada Kejari Buru pada bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, telah dilaksanakan penagihan tunggakan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan dari Lima Wajib Pajak. Yang dilakukan langsung oleh Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara, Muji Achmad Muthaqin,” tandas Orno, saat melakukan konferensi pers di Kantor Kejari Buru, Selasa (26/5).

Ia menjelaskan, pemulihan keuangan daerah, berupa penyetoran tunggakan PBB tahun 2019-2020, dari lima wajib pajak itu diserahkan langsung oleh wajib pajak kepada pihak Kejari Buru.

“Uang ini dikembalikan kepada dinas pendapatan daerah dan diterima langsung oleh Kepala Bidang Pajak Bumi dan Bangunan Dinas Pendapatan Daerah, Yadi,” cetusnya.
Dia merincikan tunggakan wajib pajak yang berhasil ditagih dari 5 orang wajib pajak tersebut yakni yang pertama inisial SD tunggakan sebesar Rp 14.656.207, JK Rp. 4.633.390, HY Rp 13.378.767, RR Rp. 16.045.742, dan SB Rp. 14.703.339. “Dengan nilai total dari kelima tunggakan Wajib Pajak tersebut sebesar 63 juta lebih,” pungkasnya. (MSR)

Comment