by

Kejari Buru Usut ADD Skikilale

Ambon, BKA- Tim intelejen Kejaksaan Negeri Buru yang dipimpin Kepala Seksi Intelejen Kejari Buru, Azer Jongker Orno, diam-diam sedang melakukan pengusutan terhadap kasus dugaan korupai Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di Desa Skikilale, Kecamatan Waplau, Kabupaten Buru pada tahun 2019.

Pengusutan kasus ini, bahkan, Kejari Buru telah melakukan gelar perkara ditingkat intelejen. Dalam gelar perkara tersebut, terindikasi ada terjadi penyimpangan dalam pengelolaan ADD dan DD tahun 2019.
“Jadi setelah kita ekspos, kesimpulannya, dilimpahkan ke bagian pidsus untuk dilakukan penyelidikan lanjut,” ungkap Kasi Intel Kejari Buru, Azer Jongker Orno ketika dikonfirmasi, Kamis (28/1).

Menurutnya, di dalam penyelidikan awal, ditemukan bukti-bukti yang mengarah adanya perbuatan melawan hukum, atau perbuatan penyimpangan di dalam pengelolaan ADD dan DD tersebut.
“Karena kita puldata dan pulbaket, ternyata terdapat penyimpangan di dalam pengelolaan dana desa ini. Dan nilai kerugian yang ditemukan kurang lebih sebesar Rp.500 juta lebih,” jelasnya.

Jaksa dengan pangkat tiga balok emas di pundak itu melanjutkan, dari hasil penyelidikan, terdapat beberapa modus tindak pidana korupsi yang dilakukan dalam pengeloaan ADD dan DD, yang dibuat penjabat kepala Desa inisial SL,sekertaris dan bendahara.
“Ada modus-modus korupsi yang kita dapat pada saat penyelidikan intel, misalnya, belanja fiktif, mark-up nota belanja,” bebernya.

Ditanyakan soal seperti apa, pembelanjaan fiktif dan mark-up nota belanja , jaksa muda itu mengaku, hal itu merupakan materi penyelidikan. “Itu sudah masuk materi penyelidikan. Nanti di bagian pidsus baru dibuka. Jadi ikuti saja,” pungkasnya.(SAD)

Comment