by

Kejari SBT Audit Masalah Talud Gumumae

beritakotaambon.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), tetap malakukan audit terhadap kerusakan pembangunan talud Gumumae. Pasalnya, proyek yang dikerjakan CV. Julion Jaya Pratama dengan Satker Dinas Pariwisata SBT, justru amburadul di lapangan.

Kepala Kejari SBT, Muhammad Ilham mengaku, untuk menghitung berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan kondisi fisik di lapangan, pihaknya meminta bantuan Tim Politeknik dari Ambon.

“Untuk menghitung berdasarkan RAB dan fisik di lapangan, jadi tim teknis dari Politeknik yang akan kami minta menghitung volume bangunan dengan dana yang digunakan. Apakah sudah sesuai atau tidak, nanti mereka (Tim Politeknik) yang hitung,” terang Ilham, saat diwawancarai media ini, di Bula, Selasa, (31/8).

Diakuinya, perencanaan pembangunan talud di pantai Gumumae Desa Sesar, Kecamatan Bula itu kurang matang. Hingga kini, hasilnya tidak maksimal. “Karena perencanaan kurang matang, saya perintahkan untuk diaudit. Kita meminta bantuan Tim Politeknik,” sebutnya.

Baca juga: ASN SBT Diingatkan Jaga Kepercayaan Bupati

Sebelumnya Ilham menjelaskan, telah menyurati Inspektorat Daerah soal persoalan pembangunan talud Gumumae. Herannya, Inspektorat Daerah membalasnya dengan dalil tidak ada temuan di lapangan. “Tetap akan ditindaklanjuti. Karena dari inspektorat kabupaten mengatakan tidak ada temuan berdasarkan hasil pemeriksaan BPK,” bebernya.

Diketahui, pengawalan terhadap kerusakan pembangunan talud Gumumae hampir dari semua elemen mahasiswa di SBT. Pasalnya, kerusakan pembangunan tersebut berada di area publik.

Ketua PMII Cabang SBT, Asrun Wara-Wara mengatakan, dalam pekan ini akan melakukan aksi demontrasi di depan Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Inspektorat setempat. Untuk meminta pertanggungjawaban pengawasan atas proyek yang dikerjakan dengan APBD tahun 2020 sebanyak Rp 1,4 miliar itu. (SOF)

Comment