by

Kejati Bidik Kasus Rp 18 Miliar Setda SBB

Kejati Maluku tengah membidik kasus dugaan korupsi Anggaran Belanja Langsung pada Setda SBB tahun anggaran 2016, senilai Rp.18 miliar.

Bahkan dari infgormasi yang diterima BeritaKota Ambon, Kejati Maluku sudah melakukan gelar perkara untuk menaikan status kasus tersebut, dari penyelidikan ke penyidikan.

Asisten Intelijen Kejati Maluku, Muji Martopo, yang dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut. “Iya benar. Kasus tersebut adalah kasus dugaan korupsi Anggaran Belanja Langsung di Setda SBB. Statusnya sudah naik penyidikan,” akui Martopo, Jumat,(28/5).

Menurutnya, dalam pengusutan kasus tersebut tim penyidik telah memeriksa sebanyak 13 saksi terkait.
“Sudah 13 saksi yang kita periksa,” ungkapnya.

Untuk saat ini, lanjutnya, tengah dilakukan proses audit kasus tersebut oleh BPKP Maluku.

Terkait agenda pemeriksaan terhadap Sekda SBB, Mansyur Tuharea, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), serta mantan Bendahara Setda Kabupaten SBB, Petrus Eroplei, Martopo mengatakan, ikuti saja semua pentahapan yang dilakukan.

“Kalau untuk itu, ikuti saja. Karena perkara ini juga kita sedang audit di BPKP. Jadi tunggu saja,” tandasnya.(SAD).

Comment