by

Kejati Dalami Peran Thimotius Kaidel di Kasus Jalan Wokam

beritakotaambon.com – Meski telah mengembalikan kerugian keuangan negara di proyek jalan lingkar Wokam di Kabupaten Kepulauan Aru, tim intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku terus mendalami peran Thimotius Kaidel dikasus dugaan korupsi itu.

Asintel Kejati Maluku, Muji Martopo, mengatakan, sekalipun dalam perkara ini, Thimotius Kaidel sudah mengembalikan kerugian negara, namun jaksa terus mendalami perannya di perkara itu.

Bukan serta-merta karena uang negara telah dikembalikan, lalu proses penyelidikan terhdap kasus itu langsung ditutup.

“Kan mesti melalui gelar lagi lah. Semua kan nanti diputuskan dalam gelar. Tapi yang jelas lagi bahwa masih kita dalami lagi bukti korupsi di kasus ini, karena yang kita kejar adalah pengembalian kerugian keuangan negara. Itu yang paling mendasar,” terang Muji, Kami (23/9).

Untuk itu, katanya, fokus Kejati saat ini terkait jumlah kerugian negara, apakah Rp 4,2 miliar yang dikembalikan Thimotius Kaidel sudah sesuai atau belum.

Baca juga:
Lekipera Minta Proyek Dermaga Feri Moa Diusut

“Makanya itu yang kita masih dalami. Apakah ini sudah cukup (uang) atau masih kurang,” ujar Muji.

Sebelumnya diberitakan, Kasus dugaan korupsi pekerjaan jalan lingkar Wokam di Kabupaten Kepulauan Aru, masih bergulir di Kejaksaan Tinggi Maluku.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Wahyudi Kareba, mengungkapkan, berkas kasus ini masih dalam penyelidikan tim intelijen Kejati Maluku.

“Kasus dugaan korupsi jalan lingkar Wokam masih berjalan. Saat ini masih dalam penyelidikan intel Kejati,” ujar Kareba, Minggu (25/7).

Memang akuinya, penanganan kasus ini sempat tertunda karena momen Pilkada sejak tahun 2020 di Kabupaten Kepulauan Aru. Tapi saat ini pengustannya kembali dilakukan.
“Proses sudah mulai jalan. Karena Kejati Maluku saat ini tidak main-main dalam pengusutan kasus,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun media ini, nama Thimotius Kaidel alias Timo digadang-gadang sebagai orang yang akan bertanggungjawab dalam kasus ini. Sebab dia yang mengerjakan langsung proyek tersebut.

Baca juga: Ambon New Port dan LIN Terancam Gagal

Diketahui, proyek Jalan Lingkar Pulau Wokam dikerjakan oleh Kontraktor Thimotius Kaidel, dengan menggunakan PT Purna Dharma Perdana, yang beralamat di Bandung, Jawa Barat.
PT Purna Dharma Perdana pernah masuk daftar hitam alias diblacklist oleh pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Januari 2014 – Januari 2016 lalu, karena bermasalah saat menangani proyek disana.

Proyek pembangunan Jalan Lingkar Pulau Wokam di Kabupaten Kepulauan Aru sepanjang 35 kilometer, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2018.

Pekerjaannya diduga tidak sesuai spesifikasi atau keluar dari perencanaan. Saat itu, pekerjaan baru dilakukan kurang lebih 15 kilometer. Masih tersisa 20 kilometer yang belum diselesaikan oleh pelaksana proyek atau kontraktor.

Meski pekerjaan proyek belum rampung, namun anggarannya sudah diacairkan 100 persen. Selain itu, ada juga beberapa item proyek yang diduga belum tuntas dikerjakan. Diantaranya, drainase pada sisi kiri dan kanan jalan. Padahal dalam kontrak, ada anggaran untuk pembangunan gorong-gorong senilai Rp 2 miliar.
Akibat pelaksana proyek saat itu belum membangun gorong-gorong, dampaknya saat hujan, air merusak jalan tersebut.(SAD)

Comment