by

Kejati Didesak Tetapkan Lukas Tapilouw Tersangka

beritakotaambon.com – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Koalisi Anti Korupsi Barisan Oposisi (KAK-BO), mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, agar segera menetapkan mantan Direktur PT Kalwedo, Lukas Tapilouw, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengelolaan dana KMP Marsela.

Desakan itu disampaikan KAK-BO saat menggelar demo di depan Kantor Kejati Maluku, Senin (27/9).

Pantauan Beritakota Ambon, demonstrasi itu dimulai sejak pukul 11.00 WIT. Orasi dilakukan secara bergantian oleh sejumlah orator.

Dalam orasi mereka, pendemo meminta agar Kejati Maluku segera menetapkan tersangka dikasus dugaan korupsi di PT Kalwedo.

“Kita meminta agar Kejati Maluku segera menetapkan mantan Direktur PT Kalwedo, Lukas Tapilouw, sebagai tersangka dalam kasus pengelolaan anggaran pada KMP Marsela,” teriak pendemo dalam orasinya.

Selain itu, kata mereka, Kejati Maluku juga harus punya andil dalam menuntaskan kasus tersebut. Sebab ada dugaan konspirasi yang dimainkan pemerintahan sebelumnya atau di era Bupati MBD, Barnabas Nathaniel Orno, yang kini menjabat Wakil Gubernur Maluku.

“Era pemerintahan Bupati Abas Orno kala itu, yang bekerja di PT Kalwedo sebagian besar orang-orang dari keluarga Bupati Abas Orno. Lalu pertanyaannya, kalau perusahaan daerah di kelola keluarga penguasa, mana mungkin perusahaan maju. Nyatanya, perusahaan sudah bangkrut ulah Lukas Tapilouw, karena saat itu dia menjabat sebagai direktur menggantikan Benyamin Thomas Noach,” jelas salah satu orator.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi KAK-BO, Sam Arnando Mezak, mengungkapkan, terhadap anggaran PT Kalwedo semasa Dirut Benyamin T. Noach, sudah diaudit. Hasilnya, tidak terjadi permasalahan dalam pengelolaan keuangan, terutama sejumlah anggaran PT Kalwedo yang nilainya miliaran rupiah.

Namun masalah keuangan terjadi, sebutnya, dimasa kepemimpinan Direktur Lukas Tapilouw pada 2015 sampai 2017.

“Untuk menjadi referensi, sejak Lukas Tapilouw yang merupakan Ipar Kandung Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, menjabat sebagai Direktur PT Kalwedo tahun 2015-2017, telah terjadi dugaan tindak pidana korupsi pada perusahaan daerah milik Pemerintah Daerah Kabupaten MBD. Kami menduga, kejahatan ini terjadi karena manajemen pengelolaan perusahaan yang tidak profesional, akibat dari proses perekrutan pimpinan perusahaan PT Kalwedo yang penuh dengan tindakan kolusi dan nepotisme, yang dilakukan Barnabas Orno pada saat menjabat sebagai Bupati Maluku Barat Daya,” teriak Mezak.

Setelah berorasi beberapa lama, masa KA-BO ditemui Kasi Penkum Kejati Maluku, Wahyudi Kareba.

Dihadapan Wahyudi Kareba, Sam Arnando Mezak membacakan beberapa pernyataan sikap kepada pimpinan Kejati Maluku. Diantaranya, KAK-BO mendesak Kejati Maluku agar segera menetapkan mantan Direktur PT Kalwedo, Lukas Tapilouw, sebagai tersangka.

Selain itu, mereka juga meminta Kejati Maluku segera memanggil dan memeriksa Mantan Bupati MBD, Barnabas Nateniel Orno bersama ayahnya, Mathias Orno, sebagai pemegang saham pada PT Kalwedo sebagai bentuk pertanggung jawaban atas kolapsnya perusahaan tersebut.

KAK-BO juga meminta Kejati Maluku agar dengan adanya penetapan tersangka pada kasus kasus KMP Marsela, maka telah ada kepastian hukum untuk selanjutnya PT Kalwedo diaktifkan kembali untuk kepentingan Masyarakat Maluku Barat Daya.

KAK-BO memberikan support, dorongan serta dukungan moral kepada Kejati Maluku, untuk tetap profesional dalam memberikan kepastian hukum dan penegakan hukum terkait penanganan dugaan kasus korupsi Pada Dinas Perhubungan MBD, terkait pengadaan speedboat yang menyeret nama adik kandung Wagub Maluku, Desianus Orno.

“KAK-BO meminta dan berharap kepada Kejati Maluku, agar berlaku seadil-adilnya dalam menegakkan supremasi hukum di Maluku,” tandas Mezak.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Maluku, Wahyudi Kareba, mengaku, akan melaporkan tuntutan yang disampaikan para pendemo ke pimpinannya, untuk selanjutnya mengambil sikap.

“Yang pastinya, tuntutan teman-teman aksi akan saya laporkan ke pimpinan untuk ditindak lanjuti, sesuai dengan kewenangan yang ada,” tandas Kareba.(SAD)

Comment