by

Kejati Diminta Tetapkan Tersangka Korupsi PT Kalwedo

beritakotaambon.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku diminta segera menetapkan tersangka, dalam kasus dugaan korupsi anggaran operasional KMP Marsela yang dikelola PT Kalwedo.

PT Kalwedo merupakan perusahan daerah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Maluku Daya (MBD), yang selama ini mengelola KMP Marsela.

Salah satu praktisi hukum Maluku, Fredi Moses Ulemlem, mengatakan, beredar informasi media kalau Kejati Maluku akan melakukan penetapan tersangka dalam kasus KMP Marsela, setelah menerima hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara dari BPKP Perwakilan Maluku-Malut.

“Untuk itu, saya minta Kejati Maluku agar punya atensi terhadap kasus ini. Sebab masyarakat MBD sampai kini dilema dengan kondisi kapal KMP Marsela, yang sudah karam di Dok Wayame. Entah siapa yang pelakunya,” ujar Ulemlem, Selasa (7/9).

Masyarakat MBD, katanya, ingin agar Kapal KMP Marsela bisa beroperasi lagi. Sehingga telah ada dua alat bukti yang kuat, Kejati diminta segera menetapkan tersangka dalam kasus itu.

Baca juga: Tangkap DPO Taman Kota Saumlaki, Lira Apresiasi Kinerja Kajati Maluku

Menurut Ulemlem, sebelumnya mantan Kajati Maluku, Rorogo Zega, pernah mengatakan, jaksa penyidik telah menyerahkan dokumen yang diminta BPKP untuk audit PKN. Setelah penyerahan dokumen terkait, penyidik akan memeriksa saksi-saksi tambahan.

“Saya berharap, ada titik terang dalam penyidikan kasus ini,” jelasnya.

Ulemlem mengaku, Kejati Maluku tidak perlu lama-lama dalam melakukan penyidikan dalam kasus ini, sebab anggaran tahun-tahun sebelumnya di PT Kalwedo telah diaudit dan tidak ditemukan adanya penyimpangan. Namun yang terkesan tidak beres, hanya di tahun 2016-2017, saat PT Kalwedo di jabat Lukas Tapilouw.

“Didua tahun anggaran ini harus dikejar jaksa, karena diduga terjadi penyimpangan besar-besaran. Kita harap jaksa fokus terhadap dua tahun anggaran ini. Ini bukan kita mau atur kinerja jaksa, tapi demi efektif dan efisiansi kasus ini, mengingat kasus ini sudah bergulir cukup lama di kejati Maluku,” tandasnya.

Sebelumnya, Asisten Intelijen Kejati Maluku, Muji Martopo, mengatakan, penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku masih menunggu hasil audit perhitungan kerugian negara (PKN) kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran KMP Marsela. Setelah mengantongi audit PKN oleh BPKP Perwakilan Maluku, penyidik akan menetapkan tersangka.

“Tersangka segera diumumkan setelah mengantongi hasil audit,” tandas Martopo, belum lama ini.(SAD)

Baca juga: Kasus Jalan Lingkar Wokam Terus Bergulir

Comment