by

Kejati Eksekusi Satu Terpidana Korupsi LKS

Ambon, BKA- Satu persatu-satu buron terpidana kasus korupsi di wilayah hukum Provinsi Maluku, dibekuk aparat Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. Kali ini, mereka mengeksekusi buron terpidana korupsi kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) pada Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Louisa Corputy.

Corputy diciduk tim Tabur Kejati Maluku bersama Kejaksaan Agung di Jakarta Barat pada 9 Desember 2020 lalu. Kemudian dia dibawa ke Ambon dengan menumpangi Batik Air, Jumat (11/12).

Tiba di Bandara Pattimura Ambon pukul 06.45 WIT. Corputy yang menggunakan rompi merah langsung dijemput menggunakan mobil tahanan untuk diarahkan ke Kantor kejati Maluku, untuk kemudian dieksekusi ke Lapas Kelas IIA Ambon.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Maluku, M. Rudi, kepada wartawan menjelaskan, terpidana berhasil ditangkap atas kerjasama tim tabur Kejati Maluku dan Kejaksaan Agung.

“Pada hari ini, hari Jumat 11 Desember 2020, Kejati melaksanakan eksekusi terhadap Terpidana Louisa Corputy, berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1490 K / PID.SUS / 2016 Tanggal 23 Januari 2017, dalam perkara Tindak Pidana Korupsi Kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) pada Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, dengan kerugian negara sebesar Rp 779.834.000 pada tahun anggaran 2009 dan 2010. Jadi berdasarkan putusan ini, dijatuhkan pidana selama 5 tahun, denda 200 juta, subs 6 bulan kurungan, membayar uang pengganti sebesar Rp 679.834.000. Jika tidak dibayar, diganti dengan pidana penjara 2 tahun,” jelasnya.

M. Rudi mengatakan, kerjasama tim tabur ini merupakan tabur 311 yang berhasil menangkap para terpidana yang buron. “Dengan dieksekusi terpidana ke Lapas, diharapkan bagi para Buron lainnya, untuk segera menyerahkan diri ke Kejati Maluku untuk dilakukan proses penahanan di Lapas Kelas II A Ambon,” pungkasnya.(SAD).

Comment