by

Kejati Maluku Eksekusi Ong Onggianto Andreas ke Lapas Ambon

Ambon, BKA- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku akhirnya mengeksekusi terpidana Ong Onggianto Andreas ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Ambon, Rabu (10/3).

Eksekusi terhadap terpidana, setelah diamankan tim tabur Kejaksaan Agung dan Kejati Maluku di Royal Apartement Lantai 26 Kamar 03 Kota Makassar, Sulawesi Selatan Selasa (9/3).

Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Rorogo Zega mengatakan, terpidana pasca diamankan di Royal Apartement Lantai 26 Kamar 03 Kota Makassar, Sulawesi Selatan Selasa (9/3), tim eksekutor Kejati Maluku kemudian membawanya ke Ambon untuk dieksekusi ke Lapas Kelas II A Ambon.

“Jadi terpidana ini sudah tujuh tahun DPO, dia ini selalu dikejar-kejar tim Tabur Kejagung dan Kejati Maluku. Kemudian, pada Selasa kemarin, jejak terpidana diketahui dan akhirnya dieksekusi hari ini, Rabu 10 Maret 2021 ke Lapas Kelas II A Ambon ,” ujar Rorogo dalam jumpa Pers di Aula Kejati Maluku, Rabu (10/3).

Tindak pidana yang dilakukan,lanjut Kajati, terpidana selaku Direktur CV. Aneka bersama dengan Samuel Kololu selaku Kepala Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Maluku dan Hanny Samallo sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), telah membuat dan menandatangani Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) fiktif tahun 2010 di BLK Maluku untuk kegiatan yang belum tercantum dalam DIPA.

“Bahwa SPMK kegiatan pengadaan obat dan pembekalan Kesehatan, peralatan Laboratorium dan peralatan pemeriksaan Napza pada Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Maluku yang dibiayai APBD Tahun Anggaran 2010 telah diajukan oleh Terdakwa untuk jaminan kredit di Bank Maluku. Setelah kredit cair ternyata tidak bisa dibayar karena pekerjaan sebagaimana tercantum dalam SPMK tidak ada, dan akibat perbuatan terpidana telah merugikan keuangan daerah sebesar Rp. 2.250.000.000,- (dua milyar dua ratus lima puluh juta rupiah),” tandasnya Kajati.

Orang nomor satu di institusi Kejati Maluku ini menambahkan, terpidana dieksekusi berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 1713 K/Pid.Sus/2013 tanggal 15 Januari 2014.
“Terpidana Ong Onggianto Andreas dijatuhi pidana penjara selama lima tahun serta dihukum membayar denda sebesar Rp. 300.000.000 juta subsidiair enam bulan kurungan dan dihukum membayar uang pengganti Rp. 516.050.000 (lima ratus enam belas juta lima puluh ribu rupiah) subsidiair 1 bulan kurungan penjara.

Kajati menghimbau, kepada beberapa terpidana yang masuk dalam DPO Kejati Maluku, agar segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan.”Tidak ada tempat yang aman bagi para DPO, untuk itu diminta supaya menyerahkan diri kepada kejaksaan,” tandasnya. (SAD).

Comment