by

Kejati Masih Garap Saksi Korupsi PLTMG

Ambon, BKA- Sesuai informasi, proses penghentian pekerjaan dua proyek jembatan itu, disebabkan karena pembatalan kontrak kerja oleh BP2JK terhadap dua perusahan yang sebelumnya ditetapkan sebagai pemenang tender oleh BP2JK.

Pembatalan kontrak kerja sama itu dilakukan akibat adanya dugaan kesalahan adiminstrasi, berupa pemalsuan tanda tangan saat proses tender berlangsung di BP2JK.
Penanggung jawab komunikasi publik BP2JK Maluku, Fengki Kotalewala, mengatakan, bukan menjadi kewengan BP2JK untuk mejelaskan masalah tersebut. Tanyakan langsung ke Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian PUPR.

“Kami dari BP2JK ini, tugasnya pemilihan jasa konstruksi. Yang dalam proses pada BP2JK ini adalah proses adminstrasi, sesuai Perpers dan Permen 14 yang menjelaskan, bahwa satu pekerjaan konstruksi ada tahapannya. Pertama, tahapan pengadaan barang dan jasa. Kedua, pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Dan ketiga, pengawasan dan serah terima pekerjaan,” ungkap Kotalewala, kepada awak media, Senin(30/3).

Untuk itu, katanya, tugas dan tanggung jawab BP2JK hanya sebatas pengadaan barang dan jasa. Termasuk proses penetapan pemenang tender proyek dua jembatan di SBT.
“Kami sudah berproses dan sudah menentukan pemenang tender. Memang tugas pokok dan fungsi kami hanya sebatas penetapan pemenang. Selanjutnya, proses lain bukan tugas kami,” jelasnya.

Menurutnya, proses adimistrasi yang dilakukan BP2JK Maluku sudah sesuai mekanisme proses tender. “Jadi memang sampai dibatas itu saja tugas kami. Kalah mau tanya soal kenapa kontrak dibatalkan, tanya Irjen saja,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi III DPRD Provinsi Maluku saat melakukan agenda pengawasan, menemukan ada proyek dua jembatan mangkrak milik BPJN Maluku di SBT.
Mangkraknya proyek itu akibat pembatalan kontrak kerja oleh BP2JK terhadap dua perusahan yang sebelumnya ditetapkan sebagai pemenang olah BP2JK sendiri.
Yang menurut informasi pembatalan akibat adanya dugaan keselahan adiminstrasi berupa pemalsuan tanda tangan saat proses tender berlangsung di BP2JK, sayangnya pihak BP2JK sendiri enggan untuk menjelaskan. (RHM)

Comment