by

Kejati Masih Kejar Dua Buron Tersisa

Ambon, BKA- Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Maluku masih terus mengejar buronan tersisa kasus korupsi yang ditangani di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

Dua buron kasus korupsi tersisa itu, yakni terpidana Syarif Tuharea dan M Latocinsina.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Rorogo Zega mengatakan, untuk DPO tahanan kejaksaan, tahun 2020, sudah ditangkap 6 DPO, dan di tahun 2021 tim tabur kejaksaan baru berhasil menangkap dua terpidana, termasuk Direktur CV Aneka, Ong Onggianto Andreas yang dijerat dalam kasus korupsi dana pengadaan obat dan pembekalan kesehatan di Laboratorium Kesehatan (BLK).

“Dari tahun 2020, tim tabur berhasil mengamankan 6 DPO dan telah dieksekusi ke Lapas kelas II A Ambon. dari enam orang itu, satunya serahkan diri ke kejaksaan. Sedangkan di tahun 2021, tim tabur sudah menangkap dua orang sehingga masih tersisa dua orang lagi,” ujar Kajati dalam konferensi pers yang berlangsung di Kejati Maluku, Rabu kemarin.

Menurutnya, dua DPO yang masih buron kejaksaan, Syarif Tuharea yang dijerat dalam kasus dugaan korupsi di salah satu kampus di Kota Ambon, sedangkan untuk terpidana M Latoconsina dijerat dalam kasus korupsi di Kabupaten Buru Selatan.

“Jadi masih tersisa dua orang lagi yang masih DPO,” jelasnya.
Dia menambahkan, kepada terpidana yang masih DPO, diharapkan untuk menyerahkan diri ke pohak kejaksaan. “Sebab, tidak ada tempat yang aman bagi para DPO itu,” tandasnya.(SAD)

Comment