by

Kejati Masih Kejar Lima Buron

Ambon, BKA- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku masih terus melakukan pengejaran terhadap lima terpidana yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), yang hingga saat masih buron.

“Masih tersisa 5 terpidana lagi yang saat ini dalam pengawasan kita (Kejati Maluku),” ungkap Asisten Intelejen Kejati Maluku, Muji Martopo, kepada Berita Kota Ambon, Minggu (13/12).

Perlahan tapi pasti, satu per satu buronan kejati Maluku mulai ditangkap oleh Tim Tangkap Buronan (Tabur), berdasarkan amar putusan Pengadilan Tinggi (PT) maupun Mahkamah Agung (MA).

Menurut Martopo, yang namanya terpidana tidak bisa dia diloloskan dari jeratan hukum. “Sehingga kalau tidak semuanya kita tangkap tahun ini, maka tahun 2021 ke depan. Langkah pencarian buronan sisa terus dilakukan, sesuai dengan mekanisme undang-undang yang berlaku,” terangnya.

Terkait nomenklatur 5 DPO tersebut, Martopo menolak untuk menjelaskan. “Itu tidak bisa dipublis ke masyarakat, karena merupakan stategi tim jaksa. Tunggu saja, nanti kalau sudah ditahan baru bisa dirilis ke rekan-rekan media,” tutup dia.

Sebelumnya diberitakan, satu terpidana korupsi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) pada Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Louisa Corputty, diesekusi Kejaksaan Tinggi Maluku ke lapas kelas II A Ambon, Jumat (11/12), pekan kemarin.

Dia dibekuk Tim Tabur Kejati Maluku bersama Kejaksaaan Agung di Jakarta Barat, Rabu (9/12), berdasarkan amar putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1490 K / PID.SUS / 2016 Tanggal 23 Januari 2017, dalam perkara Tindak Pidana Korupsi Kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) pada Dinas Pendidikan Provinsi Maluku dengan kerugian negara sebesar Rp. 779.834.000 pada tahun anggaran 2009 dan 2010.

Hal serupa juga dilakukan Kejati Maluku terhadap Direktur PT Bima Prima Taruna, Sunarko, pada 22 Oktober 2020 lalu. Buron koruptor pembangunan kontruksi Bandara Moa, yang bersumber dari APBD MBD tahun 2012 itu dijebloskan ke Lapas Kelas IIA Ambon, setelah dibekuk Tim Tabur di Pekanbaru, Provinsi Riau, pada 20 Oktober 2020 lalu.

Total penangkapan buronan yang berhasil dilakukan Kejati Maluku dibawah pimpinan Rorogo Zego sudah empat terpidana. Yaitu, terpidana korupsi TPPU di Bank Maluku Malut, Heintje Abraham Toisuta. Terpidana korupsi penyalahgunaan anggaran/dana reboisasi dan pengkayaan tahun 2010 di Dinas Kehutanan Kabupaten Buru Selatan,
Janwar Risky Polanunu. Terpidana korupsi pembangunan kontruksi Bandara Moa di MBD, Sunarko. Terkahir, terpidana korupsi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) pada Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Louisa Corputty. (SAD).

Comment