by

Kejati Masih Kumpul Bukti Korupsi Setda SBB

AMBON-BKA, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku masih terus mengumpulkan sejumlah bukti, dalam kasus dugaan korupsi Anggaran Belanja Langsung pada Sekertariat Daerah (Setda) Kabupaten SBB tahun 2016 senilai Rp 18 miliar.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Wahyudi Kareba, mengatakan, perkara dugaan korupsi Rp 18 miliar tersebut mendapat atensi yang besar dari Kajati Maluku.

Untuk itu, penyidik berusaha untuk mengumpulkan bukti-bukti korupsi dalam kasus itu, melalui pemeriksaan sejumlah saksi tambahan.

“Ada saksi tambahan yang di panggil untuk diperiksa. Ini dilakukan untuk kepentingan bukti-bukti korupsi terkait kasus ini,” ujar Kareba, Minggu (21/7).

Menurutnya, Kejaksaan Tinggi Maluku tidak main-main dalam penuntasan kasus korupsi. Sehingga setiap kasus yang sudah bergulir di meja jaksa, akan dituntaskan, apalagi yang sudah naik tahan penyidikan.

“Pokoknya kasus ini sudah menjadi atensi pimpinan. Jadi tetap di tuntaskan,” tandas Kareba.

Terhadap kasus ini, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Rorogo Zega, sebelumnya, mengatakan, penyidikan kasus dugaan korupsi Anggaran Belanja Langsung pada Sekertariat Daerah (Setda) Kabupaten SBB tahun 2016 senilai Rp 18 miliar akan dituntaskan.

Hal ini dilakukan menyusul adanya beberapa kasus korupsi yang sudah tuntas di tangani penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

“Misalnya, kasus Repo, kasus taman kota KKT tinggal limpah di pengadilan, kasus biaya pengadaan lahan Dermaga TNI AL Tawiri dan PLTMG Namlea. Kasus-kasus ini kan sudah mau usai, sehingga ke depan penyidikan kasus anggaran belanja langsung Setda SBB akan diselesaikan,” ungkap Kajati kepada Wartawan di kantor Kejati Maluku, Selasa (13/7).

Menurutnya, terhadap penyidikan kasus dugaan korupsi Setda SBB, pihaknya akan berkoordinasi dengan penyidik untuk intens melakukan koordinasi dengan pihak terkait yang melakukan perhitungan kerugian negara dalam perkara ini.

“Jadi pada prinsipnya kita tetap selesaikan kasus-kasus yang belum diselesaikan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, pasca penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku membangun koordinasi untuk dilakukan audit Anggaran Belanja Langsung pada Sekertariat Daerah (Setda) Kabupaten SBB tahun 2016 senilai Rp 18 miliar, kini, penyidik tinggal menunggu hasil audit kerugian keuangan negara tersebut.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Wahyudi Kareba mengatakan, terhadap berkas perkara anggaran belanja langsung di Setda SBB, tim penyidik sampai kini masih menunggu hasil audit dari Inspektorat Provinsi Maluku.

“Jadi kejati sekarang lagi menunggu hasil perhitungan kerugian keuangan negara,” ungkap Kareba, Minggu (27/6).

Menurut Kareba, penetapan tersangka terhadap perkara ini belum bisa dilakukan mengingat hasil audit belum rampung. “Kalau penyidik bilang tunggu hasil audit baru tetapkan tersangka maka itu lah wewenang mereka. Kita tidak bisa intervensi sampai sejauh itu. Karena uang 18 miliar ini nilainya tantastis,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejati Maluku tengah membidik kasus dugaan korupsi Anggaran Belanja Langsung pada Setda SBB tahun anggaran 2016, senilai Rp18 miliar.

Bahkan dari informasi yang diterima BeritaKota Ambon, Kejati Maluku telah melakukan gelar perkara untuk menaikan status kasus tersebut, dari penyelidikan ke penyidikan.
Asisten Intelijen Kejati Maluku, Muji Martopo, yang dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut.

“Iya benar. Kasus tersebut adalah kasus dugaan korupsi Anggaran Belanja Langsung di Setda SBB. Statusnya sudah naik penyidikan,” akui Martopo, Jumat (28/5).(SAD).

Comment