by

Kejati Penuhi Semua Dokumen Korupsi Repo

Ambon, BKA- Penyidikan kasus dugaan korupsi Repo Obligasi Bank Maluku yang menyeret mantan Dirut Bank Maluku, Idris Rolobessy, dan mantan Direktur Kepatuhan Bank Maluku, Izaac Thenu, sebagai tersangka, hampir rampung.

Pasalnya, semua dokumen yang diminta Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan (BPKP) Maluku untuk kepentingan audit kasus itu, telah dipenuhi oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

Kasi Dik Kejati Maluku, Y.E.Oceng Almahdaly, yang ditemui Beritakota Ambon, mengatakan, semua petunjuk tim auditor sudah dilengkapi. Tinggal BPKP melakukan audit, untuk menentukan jumlah nilai kerugian keuangan negara.

“Intinya, berkaitan dengan audit kerugian negara dalam kasus Repo, semua dokumennya telah terpenuhi sesuai petunjuk tim auditor,” ungkap Almahdaly, Minggu (20/9).

Dalam penyidikan kasus ini, lanjut dia, penyidik aktif membangun koordinasi dengan BPKP, untuk kepentingan audit. “Jadi BPKP minta petunjuk apa, kami penuhi. Sebut saja begitu,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kejati Maluku berharap BPKP secepatnya mengaudit kerugian negara dalam kasus dugaan korupsiRepo Obligasi Bank Maluku pada PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Securitas.

Kasus repo tahun 2014 yang diduga merugikan negara sebesar Rp 238,5 miliar itu, belum bisa dituntaskan karena terhambat audit. “Auditor punya mekanisme sendiri dalam melakukan audit, namun kita berharap, bisa cepat auditnya,” kata Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, kepada wartawan, Jumat (20/3) lalu.

Untuk itu, pihak Kejati Maluku terus melakukan koordinasi terkait penghitungan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi itu. “Proses audit sedang dilakukan. Dan koordinasi antara penyidik dan auditor, sejauh ini berjalan dengan baik,” jelasnya.

Setelah penghitungan kerugian negara selesai, berkas perkara tersangka langsung dirampungkan untuk dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum.
“Progresnya kita tinggal menunggu hasil penghitungan kerugian negara dari BPKP,” kata Sapulette.

Sapulette mengaku, semua dokumen yang dibutuhkan sudah diserahkan ke BPKP. “Sudah diserahkan penyidik. Jadi kita sifatnya menunggu,” jelasnya.

Dalam kasus ini, Kejati Maluku menetakan mantan Dirut Bank Maluku, Idris Rolobessy dan mantan Direktur Kepatuhan Bank Maluku, Izaac Thenu sebagai tersangka.

Penetapan Idris sebagai tersangka dituangkan dalam surat Nomor: B-329/S.1/fd.1/02/2018 tanggal 21 Februari 2018. Sedangkan Thenu sesuai surat penetapan Nomor: B-330/S.1/fd.1/02/2018 tanggal 21 Februari 2018, yang ditandatangani oleh Kepala Kejati Maluku, Manumpak Pane.

Keduanya disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHP. (SAD)

Comment