by

Kejati Tunggu Hasil Audit Korupsi Repo

Ambon, BKA- Setelah hasil perhitungan kerugian keuangan negara untuk perkara Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Namlea diserahkan auditor BPKP Perwakilan Maluku, kini Kejati Maluku masih menunggu hasil audit lainnya yakni perkara kasus dugaan korupsi Repo Obligasi Bank Maluku.

“Kalau untuk kasus Repo, kita masih standby menunggu hasil audit dari BPKP Perwakilan Maluku-Malut,” ungkap Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette,Selasa (8/12).

Kata dia, berkas perkara Repo Obligasi Bank Maluku dikabarkan sedang dihitung jumlah nilai kerugian keuangan negara.
“Infonya perhitungan hasil audit untuk kasus repo sudah mau selesai. Makanya kita tetap masih menunggu,” pungkasnya.

Sekesar tahu saja, Korwas Investigasi BPKP Perwakilan Maluku, Erwahyudi yang ditemui Beritakota Ambon mengatakan, BPKP sudah membentuk tim auditor untuk melakukan audit terhadap kasus ini.
“Kita sudah bentuk tim, tingal kita mulai audit saja,” ungkap Erwahyudi, Selasa (22/9).

Kata dia,semua bukti yang diterima dari penyidik Kejati Maluku, semuanya sudah memenuhi permintaan BPKP untuk dimulai audit perkara yang bertujuan untuk menentukan nilai kerugian keuangan negara berdasarkan amanat Undang-undang yang berlaku.

“Semua bukti penyidik sudah lengkapi sesuai petunjuk kita (BPKP), karena bagaimanapun, audit yang kita lakukan harus berhati-hati,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kejati Maluku berharap BPKP secepatnya mengaudit kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi repo obligasi Bank Maluku kepada PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Securitas ini tuntas.
Kasus repo tahun 2014 yang diduga merugikan negara sebesar Rp 238,5 miliar itu, belum bisa dituntaskan karena terhambat audit.

“Auditor punya mekanisme sendiri dalam melakukan audit, namun kita berharap bisa cepat auditnya,” kata Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada wartawan, Jumat, (20/3) kemarin.

Sapulette mengatakan, Kejati Maluku terus melakukan koordinasi terkait penghitungan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Dirut Bank Maluku, Idris Rolobessy dan mantan Direktur Kepatuhan Bank Maluku, Izaac Thenu itu.

“Proses audit sedang dilakukan dan koordinasi antara penyidik dan auditor sejauh ini berjalan dengan baik,” jelasnya.
Dalam kasus ini, Kejati Maluku menetakan mantan Dirut Bank Maluku, Idris Rolobessy dan mantan Direktur Kepatuhan Bank Maluku, Izaac Thenu sebagai tersangka.

Penetapan Idris sebagai tersangka dituangkan dalam surat Nomor: B-329/S.1/fd.1/02/2018 tanggal 21 Februari 2018. Sedangkan Thenu sesuai surat penetapan Nomor: B-330/S.1/fd.1/02/2018 tanggal 21 Februari 2018, yang ditandatangani oleh Kepala Kejati Maluku, Manumpak Pane.
Keduanya disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHP. (SAD)

Comment