by

Keluarga Amahuat Pasang Papan Larangan Beraktivitas di Kampung Tua

Ambon, BKA- Tak ingin situs sejarah dirusak orang yang tak bertanggung jawab, keluarga besar Amahuat Desa Wangel, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, memasang papan larangan membangun pada areal kampung tua (Desa Wangel) di Gunung Tabaku, Pulau Wamar.

“Di kampung tua kami itu ada tersimpan banyak bukti sejarah yang sacral dan keramat. Jadi wajib hukumnya untuk dijaga oleh kami, anak cucu. Untuk itu, kami pasang papan larangan dari segala bentuk aktivitas yang bisa saja merusak situs sejarah dan budaya kami disana,” ujar salah satu ahli waris Wangel Kampung Lama, Ongen Amahuat, kepada BeritaKota Ambon di Desa Wangel, Senin (12/4).

Menurut dia, di kampung tua itu masih ada sumur tua yang di yakini memiliki nilai kesakralan, seperti, puing-puing gereja tua Jemaat GPM Wangel, keris pusaka dan bukti-bukti sejarah lainnya. Sehingga sebagai ahli waris, pihaknya wajib menjaga dan melindungi dari perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Ya, memang di sana masih ada sumur tua, puing-pung gereja tua. Dan menurut cerita orangtua kami, ada juga keris pusaka serta bukti-bukti lain. Jadi kami harus jaga. Kalau tidak, nanti dapat kutuk, dapat dosa dari tete nene moyang yang ada di sana,” terangnya.

Untuk tetap menjaga situs-situs sejarah yang berada di kampung tua tersebut, maka pihaknya berencana akan melestarikan kampung tua itu, agar menjadi bukti sejarah bagi masyarakat Wangel maupun masyarakat Kepulauan Aru secara umum.

“Kami berencana, memang kedepan, kami akan tetap lestarikan, supaya itu jadi bukti sejarah. Bukan saja untuk orang Wangel, tetapi juga bagi orang Aru secara menyeluruh,” akuinya.

Untuk itu, mewakili keluarga besar marga Amahuat Desa Wangel, dirinya meminta pengertian baik semua masyarakat di Kepulauan Aru, terutama yang berdomisi di Pulau Wamar, untuk tidak melakukan aktivitas apapun di atas tanah Wangel Kampung Tua. Apalagi yang dapat merusak situs-situs sejarah yang masih tersimpan disana.

“Wakili keluarga besar kami (Amahuat), saya meminta pengertian baiknya dari semua kita yang mendiami pulau Wamar ini, agar tidak melakukan aktivitas dalam bentuk apapun yang dapat merusak situs sejarah di kampung tua kami ya,” pintanya. (WAL)

Comment