by

Kelurahan Benteng Gelar Sosialisai PTSL

Ambon, BKA- Kelurahan Benteng, kecamatan Nusaniwe menggelar sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dibantu oleh kantor pertanahan kota Ambon.

Sosialisasi dilakukan kepada semua RT yang ada dikelurahan Benteng. Dalam sosialisasi disampaikan cara pengurusan sertifikat tanah yang baik dan benar. Narasumber sosialisasi yaitu dari pihak kantor pertanahan kota Ambon.

Dalam paparan materi kepala kantor pertanahan, disampaikan ada beberapa tahapan yang harus dilalui masyarakat dalam mengurus sertifikat tanah. Mulai dari sosialisasi, pengukuran hingga penetapan batas tanah.

“PTSL itu ada tiga tahap. Yang dimulai dengan sosialisai kemudian pengukuran dan penetapan. Diharapkan partisipasi masyarakat dalam membantu berjalannya PTSL. Semua tanah harus diukur baik yang sudah ada sertifikat ataupun belum bersertifikat maupun yang bermasalah. Untuk menghindari tumpang tindih,” pungkas Adolf Apono.

Ia juga menjelaskan adanya perubahan aturan saat PTSL terakhir dilakukan. Untuk mengurus sertifikat tanah juga diperlukan beberapa surat keterangan. Ditegaskan bahwa PTSL dilakukan secara gratis.

“Dibawah 2017 masih digunakan nol kordinat sebagai titik mengukur jadi harus diukur ulang. Patok batas itu sangat penting. Surat yang harus dipersiapkan dalam mengurus sertifikat tanah. Yaitu KTP, bukti pembayaran PBB, surat keterangan tanah dari kelurahan sesuai kebutuhan pengurusan. Kegiatan PTSL itu gratis mulai dari awal sampai akhir,” tambahnya.

Selain pertanahan juga turut hadir pihak kejaksaan negeri untuk mensosialisasikan masalah hukum yang bisa terjadi akibat sertifikat tanah yang tidak benar.

“Dalam masalah tanah ada dua hal yg satu masalah denga tanahnya dan masalah surat tanah. Sertifikat itu bukti kepemilikan tanah yang sah. Sertifikat harus dikeluarkan oleh pihak yang berwenang misalnya pertanahan. Secara formal pemilik tanah adalah nama yg tercantum dalam sertifikat tanah. Masalah tanah yg sering timbul misalnya tanah yang tidak diberi kepada orang akhirnya timbul masalah. Masalah tanah itu sensitif. Jadi dikejaksaan ada jaksa yang bertugas untuk menjadi mediator jika ada masalah tanah yang dialami warga,” pungkas Sunoto perwakilan kejaksaan negeri.

Perwakilan polsek Nusaniwe juga turut memberikan himbauan kepada peserta sosialisasi agar bisa melakukan kordinasi yang baik dalam mengurus sertifikat tanah.

“RT tolong membantu warga agar terprosedur dalam mengurus surat sertifikat tanah. Jangan sampai ada pemalsuan surat. Harapan saya yaitu semua yg dilakukan jangan lupa komunikasi dan kordinasi yang baik dari pihak terbawah smpai ke atas,” tutur John Kolelupa perwakilan polsek Nusaniwe.

Sosialisasi yang berlangsung dikantor kelurahan pada senin (25/1) ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta sosialisasi. (BKA-1)

Comment