by

Kelurahan Benteng Kembali Salurkan Bantuan

Ambon, BKA- Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, kembali membagikan sembako bagi warga kurang mampu yang terdampak pandemi covid-19. Sebelumnya juga sempat dibagikan sembako pada 14 Juli 2020 dimana paket sembako dibagikan kepada 1583 penerima manfaat, yang pada bulan sebelumnya juga sudah menerima bansos ini. Karena kondisi kantor yang tidak memungkinkan, maka paket sembako yang dibawa ke kantor kelurahan hanya 500 paket. Sembako dibagikan sesuai jadwal per RT setempat. Paket sembako berisi beras 5 kg, minyak goreng, gula dan lain sebagainya. Persyaratan surat yang harus dibawa oleh penerima yaitu KTP dan Kartu Keluarga (KK).

“Sebanyak 1583 sembako yang akan kami bagikan. Tapi yang baru masuk di kantor 500 paket karena kondisi kantor yang tidak memungkinkan untuk menampung semua sekaligus. Jadi kita menggunakan jadwal per RT, hari ini RT 001/01 lebih dulu. Pokoknya satu hari ini kita usahakan dua RT. Didalamnya ada 5 kg beras, 1 liter minyak kelapa, kacang ijo 1 kg, gula 1kg, mie instan, biskuat dan ikan kaleng. Warga yang ingin mengambil sembako harus membawa dan menunjukan KTP dan KK,” tutur Reynaldo Maitimu, Kepala Kelurahan Benteng.

Maitimu menambahkan, penerima kali ini sudah didaftarkan untuk mendapatkan sembako selama sembilan bulan kedepan. Ia juga menerangkan bahwa penerima sembako juga menerima bansos yang sama besar jumlahnya dengan bansos BLT, karena jika diakumulasi semua sembako yang akan diterima yaitu berjumlah satu juta delapan ratus ribu rupiah. Yang membedakan yaitu bansos ini berupa paket sembako. Penerima sembako yaitu warga yang tidak berpenghasilan tetap dan pegawai swasta yang dirumahkan.

” Jadi yang sudah ada didaftar bansos sembako untuk bulan lalu itu juga akan dapat selama sembilan bulan kedepan. Sembako ini total yang didapatkan setiap penerima yaitu satu juta delapan ratus ribu rupiah, sama saja dengan bansos BST. Namun bedanya ini dibuat dalam bentuk paket sembako yang jika diakumulasi satu paket sembako berjumlah dua ratus ribu rupiah. Dan jika sampai sembilan bulan maka totalnya yaitu satu juta delapan ratus. Penerima sembako sudah dipastikan bahwa tidak terdaftar dalam bansos lainnya, jika ada terdaftar dalam sembako lain maka kami akan putuskan sembako. Penerima sembako yaitu mereka yang tidak berpenghasilan tetap dan pegawai swasta yang dirumahkan,” tambahnya.

Pengambilan sembako juga tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak. “Babinsha dan bhabinkatibmas juga turut membantu pengambilan sembako agar tetap berjalan lancar dan aman. Selain itu pengambilan juga didampingi pegawai dari kantor kementerian sosial dan pendamping PKH untuk mencegah adanya pengulangan penerima bansos,” tutupnya. (MG-1)

Comment