by

Kemenag Cuek, Dua ASN Bakal Diproses Hukum

Ambon, BKA- Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Maluku terkesan cuek, dengan kasus penipuan yang melibatkan Rahma Attamimy selaku ASN Kantor Kemenag Seram Bagian Timur (SBT), serta Sadia Lewanussa selaku ASN MAN 1 Malteng.

Kedua ASN Kemenag Maluku itu terlibat penipuan terhadap puluhan tenaga honorer Kategori Dua (K2), yang dijanjikan akan dijadikan ASN pada lingkup Kemenag Maluku.

Dari aksi itu, kedua ASN tersebut berhasil meraup keuntungan ratusan juta rupiah dari puluhan korban tenaga honorer K2 tersebut.

Terhadap kasus itu, secara internal, Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Maluku telah melaukan pemeriksaan terhadap kedua ASN tersebut maupun para korban. Namun sampai sekarang, tidak ada langkah tegas terhadap kedua oknum ASN penipu itu.

Salah satu korban penipuan kedua ASN Kemenag Maluku itu, Abdullah Drakel, mengaku kecewa terhadap sikap pimpinan Kemenag Maluku yang terkesan mendiamkan kasus itu.

Drakel hanya berharap, agar uang yang disetor kepada kedua ASN Kemenag Maluku itu sebesar Rp 90 juta, dapat dikembalikan. Kalau tidak dia bertekad untuk melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian.

Dia memberikan batas waktu bagi keduanya untuk dapat mengembalikan uang miliknya hingga 27 Nvember nanti. itu sesuai permintaan kedua.

“Ini batas terkahir. Sebelumnya, mereka juga sudah berjanji untuk mengembalikan uang saya, tapi tidak bisa mereka tepati. Sehingga mereka meminta waktu lagi. Ini sudah beberapa kali mereka berjanji. Jadi batasnya sampai 27 November. Kalau tidak bayar, saya bawa kerana hukum saja. Biar publik tahu, begini kerjanya ASN Kemenag yang suka tipu-tipu orang,” tegas Drakel, Rabu (25/11).

Dia mengungkapkan, awalnya kedua dengan meyakinkan mengatakan, bisa meloloskan kedua anak Drakel menjadi ASN kemenag Maluku, dengan syarat menyediakan sejumlah uang yang diminta Rahma Attamimy dan Sadia Lewanussa.

Guna lebih meyakinkan korban, tidak tanggung-tanggung kedua ASN Kemenag Maluku itu membuat surat pernyataan tertulis. Isinya menyatakan, menjamin kedua anak korban akan diangkat menjadi ASN.

Merasa yakin, korban Drakel pun akhirnya menyerahkan uang sebesar Rp 90 juta, sesuai permintaan keduanya.

Namun setelah pengumuman nama-nama Honorer K2 yang lolos ASN ditempelkan Kemenag pada papan informasi, ternyata nama kedua anaknya tidak terterah. Begitu pun dengan beberapa korban lainnya.

Akhirnya korban mempertanyakan jaminan ASN yang dijanjikan pelaku kepada kedua anaknya. Karena tidak mendapat jawaban pasti, korban pun akhirnya meminta agar uangnya dikembalikan.

Namun bukan hanya janji meloloskan kedua anknya menjadi ASN yang tidak ditepati kedua pelaku itu. Namun janji untuk mengembalikan uangnya, sampai sekarang juga belum ditepati keduanya.

“Saya juga sudah WhatsApp mereka terus-terus, jawabnya hanya iya dan iya saja. Tapi belum juga transfer pengembalian uang sampai saat ini. Jadi tinggal beberapa hari lagi jatuh tempo kesepakatan pembayaran,” pungkasnya. (RHM)

Comment