by

Kemendikbud Diminta Bantu Daerah Minim Infrastruktur Telekomunikasi

Ambon, BKA- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Sidik Rumalowak, mengatakan, penundaan pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) hingga September mendatang, mesti dimanfaatkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membantu daerah yang minim Infrastruktur Telekomunikasi.

“Untuk yang infrastruktur ini kan menjadi program nasional. Dengan demikian, yang kami minta adalah penundaan ini sekaligus pemerintah pusat lewat Mendikbud membuat peta sebaran, untuk segera mempersiapkan perangkat-perangkat lunak yang ada pada wilayah-wilayah yang belum tersedia. Termasuk peta sebaran sekolah-sekolah yang belum memiliki peralatan yang lengkap atau yang lainnya. Semua ini butuh campur tangan pemerintah pusat. Tidak bisa semuanya menjadi tanggungjawab daerah, karena terkendala anggaran juga. Jadi, penundaan ini memberikan kesempatan untuk saatnya pemerintah pusat melihat sekolah-sekolah yang masih minim dari segi infrastruktur,” tandas Rumalowak, Kamis (28/1).

Menurutnya, tujuan dari pelaksanaan AN adalah bukan pada hasil, tapi proses. Bahwa hasil akan menjadi berkualitas, tergantung pada proses belajar mengajar pada masing-masing Satuan Pendidikan (S).

Dan semua itu, lanjut dia, membutuhkan kesiapan fasilitas dan peralatan infrastruktur telekomunikasi yang memadahi. Agar dalam proses menjalakan aktifitas belajar mengajar, maupun aktifitas sekolah lainya, dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

“Bahwa assesmen itu bukan sesuatu yang sangat berat. Karena yang namanya asesmen itu adalah bagian dari implementasi, apa yang kami lalui lewat proses belajar mengajar yang setiap hari dilakukan. Jadi mau ditunda atau hari ini dilakukan pun, tidak menjadi soal. Bagi Disdik SBT, asesmen ini bukan sesuatu hal yang berat. Sebab asesmen ini bukan untuk menguji hasil, tapi proses. Karena itu, yang kita dorong sekarang ini adalah proses. Dengan demikian, kalau ditunda, maka kami pun akan lebih mantap dalam proses. Dan itu sudah kami tegaskan juga kepada sekolah, bahwa asesmen bukan saja untuk menguji hasil siswa, tetapi juga menguji hasil sebuah pelaksanaan pendidikan seutuhnya dari satuan-satuan pendidikan. Oleh karena itu, lewat kesempatan ini, kita minta Mendikbud untuk memperhatikan infrastruktur khusus pada daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T) ini. Itu bagi kami yang sangat penting,” pinta Rumalowak.

Berdasarkan hasil pemetaan, ungkapnya, ada banyak sekolah yang masih sangat minim akan fasilitas dan peralatan telekomunikasi. Untuk itu, Sangat diharapkan, ada perhatian penuh dari pemerintah.

“Kami sudah membuat pemetaan sebaran sekolah-sekolah, bahkan kami sudah melakukan pendataan wilayah di titik-titik mana saja yang bisa ada jaringan, untuk nantinya kami negosiasi agar dibantu. Supaya nanti mobilisasi siswa-siswi pada titik-titik tertentu. Jadi data di SBT itu sudah lengkap lah. Kendalanya, ya, menyangkut dengan persoalan perangkat, seperti laptop, komputer dan lainnya, itu yang kami minta ke pemerintah pusat untuk campur tangan. Kita sudah laporkan kendala yang ada, tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda dari pemerintah untuk menjawab itu. Tapi sebagai daerah otonom, tidak ada rotan akar pun jadi. Namun perlu juga bantuan, karena pada dasarnya, kami sudah siap. Itu yang mungkin kita harapkan, dari adanya penudaan AN ini,” tutupnya. (LAM)

Comment