by

Kemenkumham Maluku Ikut Rakornis KI dan Kumham PR

beritakotaambon.com – Jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Maluku, ikut pembukaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Kanwil Kemenkumham di bidang Kekayaan Intelektual (KI) dan Kumham Public Relation (PR) Summit 2021, Selasa (23/11).

Kegiatan yang diselenggarakan Biro Humas dan kerjasama Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemenkumham bersama Sekretariat Dirjen KI Kemenkumham Kemenkumham, ini digelar secara Blended, luring dan daring, yang dipusatkan di Hotel Shangri-La Jakarta, dan diikuti jajaran Kanwil dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) melalui zoom cloud meeting.

Dari Aula kanwil Kemenkumham Maluku, kegiatan diikuti Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Maluku, Andi Nurka, Kepala Divisi Keimigrasian, Muh. Yani Firdaus, Kepala Bagian Humas dan Pelaporan, Abd. Malik Wagola, Kepala Subbagian Humas, RB & TI, Rudy Riupassa, JFU dan CPNS Subbagian Humas, RB & TI.

Sementara dari pusat pelaksanaan kegiatan, hadir mewakili Kanwil Kemenkumham Maluku, Kepala Divisi Administrasi, Agung Rektono Seto, Kepala Bidang Pelayanan Hukum, Christine Hiskia, serta empat pegawai perwakilan Subbagian Kekayaan IntelektuaI (KI) dan Subbagian Humas, RB, & TI.

Rakornis tersebut bertemakan “Sinergitas dalam mewujudkan Ekosistem Kekayaan Intelektual sebagai poros Ekonomi Nasional, Indonesia Tangguh di Era Ekonomi Digital”. Yang dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward Omar Sharif Hiariej, yang akrab disapa Eddy Hiariej.

Dalam sambutannya, Eddy Hiariej menyampaikan, bahwa perlindungan KI memerlukan sinergi dari beberapa unsur elemen.

“Untuk menjalankan strategi nasional KI, perlu adanya sinergi antara pemangku kepentingan dari sektor pemerintah dan privat, baik di pusat maupun daerah. Agar Sistem KI nasional berjalan optimal dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional” terang Eddy Hiariej.

Kesempatan yang sama, Plt. Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Razilu dalam laporannya menyampaikan, sistem perekonomian dunia telah menempatkan pentingnya sistem perlindungan Kekayaan Intelektual dalam perdagangan internasional. “Investasi dan lisensi produk Kekayaan Intelektual telah menjadi aspek penting dalam proses pertumbuhan ekonomi” jelas Razilu. (UPE)

Comment