by

Kemenkumham Maluku Jalani Vaksinasi Tahap I

Ambon, BKA- Jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Maluku, jalani vaksinasi Covid-19 tahap pertama, di aula Kanwil Kemenkumham Maluku, Ambon, Jumat (30/4). Diantaranya 111 pegawai, ASN dan tenaga kontrak Kemenkumham Maluku.

Lewat rilis Humas Kemenkumham Maluku kepada koran ini, Minggu (2/5), vaksinasi Covid-19 tahap I itu, diberikan oleh UPT. Puskesmas Waihaong. Dalam kesempatan tersebut, hadir Kepala UPT Puskesmas Waihaong, dr. Nurtakbirah Tuanaya selaku dokter penanggung jawab jalannya vaksinasi, didampingi 14 tim medis yang membantu jalannya vaksinasi.

Dimana dr. Nurtakbirah menyampaikan, prosedur pelaksanaan vaksinasi serta menyebutkan jenis vaksin yang digunakan adalah Astra Zaneca.

Sebelum pemberian vaksinasi, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Maluku, Andi Nurka, memberikan arahan, untuk bersama-sama mensukseskan program vaksinasi dimaksud. Dimana seluruh jajaran diminta tetap berkomitmen, untuk bersama memutus mata rantai penularan Covid-19. Agar dapat selalu sehat dan dapat memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

“Jangan ada yang takut, pemberian vaksin ini akan dilakukan dengan prosedur pemeriksaan oleh dokter terlebih dahulu. Saya selaku pimpinan akan mengambil kesempatan sebagai orang pertama yang menerima vaksin,” tandas Andi.

Pemberian vaksinasi kemudian dimulai dengan pengambilan nomor antrian, melakukan pendaftaran, kemudian melalui skrinning (pemeriksaan kesehatan dan riwayat penyakit penyerta) untuk memastikan penerima vaksin dalam keadaan aman, orang yang telah terpapar Covid-19 kurang dari 3 bulan terkahir, penderita kanker serta beberapa riwayat penyakit lainnya belum bisa menerima vaksin, atau dilakukan penundaan.
Pemberian vaksinasi Covid-19 tahap pertama di jajaran Kanwil Kemenkumham Maluku itu berjalan lancar. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis). Dan untuk vaksinasi tahap 2, akan diberikan pada tanggal 25 Juni 2021 mendatang.

Seluruh pegawai yang telah berhasil menerima vaksinasi, diberikan sertifikat hardcopy dan sertifikat elektronik yang dapat diakses melalui aplikasi PeduliLindungi, dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Handphone. Sertifikat diberikan sebagai bukti dalam pelaksanaan vaksinasi berikutnya. (UPE)

Comment