by

Kemensos Alihkan BLT ke BST

Ambon, BKA- Lantaran beberapa desa atau negeri kehabisan dana desa (DD), Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari DD itu dialihkan ke Bantuan Sosial Tunai (BST). BST sendiri merupakan bantuan yang dianggarkan langsung oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

“Termin kedua dengan per Keluarga Penerima Manfaat (PKM) 300 Ribu, mengakibatkan ada 1.600 desa di Indonesia yang mengatakan dananya tidak mencukupi untuk menangani BLT DD itu. Atas dasar itulah Kemensos ambil alih penerima-penerima BLT ke BST,” tegas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Masyarakat dan Desa (P3MD) Kota Ambon, Rulien Evrien Purmiasa, kepada wartawan, Kamis (5/11).

Dia menyebutkan, Kota Ambon sendiri, ada sekitar 9 desa atau negeri yang BLT DD sudah diambil alih oleh Kemensos RI. Namun pengalihan yang dilakukan itu, tidak dilakukan sekaligus.

“Tidak seratus persen, rata-rata 90 persen. Jadi masih ada sisa yang belum dialihkan ke itu akan dilayani dengan BLT DD. Untuk 9 desa dan negeri itu, termasuk Soya, Batumerah, Passo dan beberapa lainnya,” bebernya.

Rulien menuturkan, sebanyak 3.585 KPM di Kota Ambon yang sebelumnya diberikan BLT, kini sudah mendapatkan BST dari Kemensos RI.

“Jadi sebetulnya memang ada wacana yang dibahas di level pusat. Bantuan tunai itu diberikan melalui BST, karena sifatnya darurat. Tetapi ada yang dibahas di tahun depan, itu tidak ada lagi BLT. Tapi seluruhnya akan di cofer oleh Kemensos sesuai dengan tupoksinya. Walaupun di Permendes nomor 13 tahun 2020 itu tentang Prioritas Peggunaan DD masih mengakomodir BLT,” jelasnya.

Dirinya juga berharap, agar wacana pengalihan BLT ke BST itu berjalan dengan baik. Sehingga, kedepan DD bisa dimanfaatkan untuk pembangunan dan pemberdayaan desa atau negeri.

“Kita juga sangat berharap ini (pengalihan BLT DD ke BST) di tangani langsung oleh Kemensos. Sehingga DD itu bisa digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan. Karena sebagian desa itu DD habis terpakai untuk BLT,” pungkasnya. (BKA-1)

Comment