by

Kena Razia Masker, Oknum Polisi Geram

Ambon, BKA- Untuk memaksimalkan protokol kesehatan dalam memutus penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota Ambon terus memperketat pengawasan serta penindakan bagi warga yang tidak menggunakan masker. Hanya saja, belum seluruhnya mentaati protokol kesehatan.

Salah satunya oknum Polisi berinisial BW berpangkat AKP, yang geram saat ditindak karena tidak menggunakan masker. Saat terkena razia masker, BW tidak berseragam. BW akhirnya ditilang oleh Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Ambon yang melakukan razia Yustisi di jalan Rijali, Rabu (16/9).

Saat ditanya, BW berdalih bahwa masker yang Ia sempat gunakan telah putus. Sayangnya, alasan tersebut tak lantas membuat petugas GTTP lengah. Mereka langsung memberikan penindakan kepada BW, dengan dasar pemberlakuan Perwali nomor 25 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam PSBB Transisi jilid V.

Setelah ditilang, BW kemudian mendatangi ruang ULA Balai Kota, sekira pukul 12.55 WIT. Disana, BW nampak geram kepada pihak PPNS. Bahkan BW membawa jabatannya saat mengkomplen PPNS yang ada akibat ditilang karena tidak menggunakan masker.

BW mengatakan, jika Sekertaris Kota, A. G Latuheru menemuinya, maka problem terbesar dapat diselesaikan. Bahkan, BW juga sempat berusaha untuk masuk menemui Sekertaris Kota. Disana, petugas PNNS, berusaha secara persuasif untuk membicarakan masalah itu dengan kepala dingin.

Koordinator Fasilitas Umum GTPP Kota Ambon, Richard Luhukay mengatakan, selain arogan yang dilakukan BW, oknum polisi itu juga menuding tim GTPP ketika melakukan penilangan kepada dirinya dengan nada kasar.

“Mengatakan petugas arogan, saya rasa itu normal-normal saja karena petugas yang memberikan tindakan, dan yang bersangkutan sampai saat ini tidak menerima tindakan itu,” akui Richard.

Menurutnya, penindakan yang dijalankan tidak pandangbulu. Yang mana aturan berlaku bagi seluruh pengendara, termasuk sopir yang membawa kendaraan pemerintah akan ditindak jika kedapatan tidak menggunakan masker.

“Tindakan tersebut dilkakun agar ada efek jera pada masyarakat, sehingga tidak lagi melanggar sanksi. Kan sudah berjalan sesungguhnya sudah lama sekali, orang sudah bisa tau pembatasan pembatasan berkendara harus menggunakan masker. Kalau ini kita berikan satu bentuk, ibarat kata supaya masyarakat tahu kehadiran pemerintah dan ketegasan pemerintah terhadap Perwali yang telah dikeluarkan,” paparnya.

Sementara itu, ketika ditemui wartawan, BW mengaku tidak geram dan tidak menunjukan sikap arogansinya kepada PPNS. BW juga akui, kalau dirinya melakukan pembayaran penilangan di tempat. Padahal sesuai prosedur pembayaran tersebut harus dilakukan di pengadilan Negeri Ambon.

“Nggak, maksudnya kan saya nggak bisa hadir kan, jadi bayar duluan. Tapi saya sih minta tolong aja, bisa apa nggak. Tapi nanti dipanggil lagi,” pungkas BW. (BKA-1)

Comment