by

Kepala BKKBN Lepas Tenaga Pengumpulan Data

AMBON-BKA, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Sarles Brabar, melepas tenaga Pengumpulan Data Post Enumeration Survey (PES) Pendataan Keluarga Tahun 2021, di Kantor Perwakilan BKKBN Maluku, Selasa (10/8).

Sarles dalam rilisnya menjelaskan, program PES PK2021 pada dasarnya merupakan suatu survei yang digunakan untuk mengevaluasi kesalahan non sampling error pada pelaksanaan PK2021, baik dari sisi cakupan (coverage) maupun isian (content).

PES PK2021 ini, dilaksanakan pada 6 propinsi yaitu Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Maluku. Bertujuan untuk mengetahui tingkat ketelitian cakupan (coverage) PK2021, serta untuk mengetahui tingkat ketelitian isian (content) PK2021.

“Sebelum melakukan survey, mereka telah dilatih pada tanggal 3-7 Agustus 2021. Yang melibatkan koordinator lapangan dari bidang Latbang Perwakilan BKKBN Maluku, Supervisor atau pengawas yang berasal dari mitra Universitas Pattimura Ambon, dan enumerator atau petugas pendata sebanyak 12 orang,” sebut Sarles, seraya menambahkan, kegiatan PES timnya hanya dilakukan pada RT terpilih, dengan menggunakan metode wawancara (interview) menggunakan CAPI pada smartphone.

Selain itu, lanjut dia, pendataan dilakukan dengan wawancara tatap muka antara pendata PES PK2021 dengan kepala keluarga/istri atau suami atau anggota keluarga yang telah dewasa, yang mengetahui informasi yang ditanyakan.

“Sasaran PES PK2021 adalah keluarga dan keluarga khusus. Dimana, keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat. Yang terdiri dari suami istri, atau suami, istri dan anaknya, atau ayah dan anak, atau ibu dan anak,” jelasnya.

Baca juga: PLN : Jaringan Listrik Pasir Putih Masih Tender

Dikatakan, setiap kegiatan pengumpulan data tidak terlepas dari kesalahan yang disebut dengan non sampling error. Kesalahan ini merupakan bias yang disebabkan oleh kesalahan petugas pengumpul data dan kesalahan responden. Dan kesalahan petugas pengumpul data dapat berupa salah cakup (coverage error) dan salah isi (content error). Sedangkan kesalahan responden dapat berupa salah jawab (response error) yang juga merupakan bagian dari content error).

Untuk mengetahui tingkat ketelitian cakupan dan isian Pendataan Keluarga 2021, dilaksanakan Post Enumeration Survey Pendataan Keluarga 2021 (PES PK2021). Kegiatan ini dilakukan secara independen terhadap kegiatan Pendataan Keluarga 2021.

“Hasil PES PK2021 akan digunakan sebagai masukan, guna memperbaiki kualitas pelaksanaan pendataan keluarga di masa yang akan datang di Indonesia, terkhususnya di Provinsi Maluku,” papar dia.

Sekedar tahu, kegiatan PES PK 21 ini dilaksanakan pada 12 Agustus 2021 dengan mengambil Sample di beberapa wilayah kota Ambon. Diantaranya Negeri Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon, Negeri Kilang, Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel) dan Negeri Soya, Kecamatan Sirimau. (RHM)

Comment