by

Kepala DLHP Kota Ambon Segera Digarap Jaksa

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Lucia Izaak (LI), yang telah ditetapkan sebagai tersangka dikasus dugaan korupsi anggaran BBM di dinas itu, dalam waktu dekat akan kembali diperiksa.

Tidak sendiri, Kepala DLHP Kota Ambon itu akan digarap bersama dua tersangka lainnya, yaitu, Mauritsz Yani Talabesy (MYT) selaku Kepala Seksi Pengangkutan Bidang Kebersihan yang juga berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Ricky M. Syauta (RMS) yang merupakan mantan Manajer SPBU Belakang Kota.

Sebelumnya, ketiganya telah diperiksa oleh penyidik. Namun saat itu kapasitas mereka sebagai saksi. Saat ini, mereka akan diperiksa sebagai tersangka.

Kepala Kejaksaan Negeri Ambon, Dian Fris Nalle, mengatakan, pemeriksaan terhadap ketiganya akan dilakukan setelah adanya hasil audit kasus tersebut.

“Hasil audit rencananya dalam waktu dekat sudah diserahkan ke jaksa. Kalau hasil audit sudah ada, maka kita akan agendakan pemeriksa tiga tersangka itu,” ujar Nalle, Selasa (6/7).

Menurutnya, audit yang dilakukan BPKP Perwakilan Maluku-Malut, yakni, kasus anggaran BBM dilingkup DLHP Kota Ambon tahun anggaran 2019. Sedangkan untuk dugaan korupsi anggaran yang sama untuk 2020, masih didalami tim penyidik.

“Itu anggaran tahun 2019 yang kita serahkan ke sana (BPKP). Kalau 2020, kita masih dalami,” tandas Nalle.

Sebelumnya, Kejari Ambon menetapkan tiga tersangka korupsi anggaran BBM di lingkup DLHP Kota Ambon. Yakni, Kepala DLHP Kota Ambon Lucia Izaak (LI) selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Mauritsz Yani Talabesy (MYT) Kepala Seksi Pengangkutan Bidang Kebersihan yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Ricky M. Syauta (RMS), mantan Manajer SPBU Belakang Kota.

“Ditetapkan tiga tersangka. Pertama LI selaku KPA, MYT selaku PPK dan pihak swasta inisial RMS,” kata Kajari Ambon, Dian Fris Nalle, kepada wartawan, 7 Juni 2021 lalu.

Hasil penyidikan tim jaksa, terungkap peran ketiga tersangka begitu dominan di kasus tersebut, baik pada anggaran BBM tahun 2019 dan 2020.

Tim jaksa membidik tersangka setelah kasusnya dinaikkan ke tahap penyidikan melalui ekspose perkara pada 19 Mei 2021. Hanya sepekan setelah dinaikkan ke penyidikan, tim jaksa penyidik yang diketuai Kasi Pidsus Kejari Ambon, Ruslan Marasabessy menetapkan tiga tersangka LI, MYT dan RMS.

Tim jaksa fokus menyidik pengelolaan anggaran BBM tahun 2019 senilai Rp 5 miliar dan tahun 2020. Kerugian negara mencapai Rp 1 miliar lebih dalam pengelolaan anggaran BBM tahun 2019.

Sementara bahan keterangan dan data masih dikumpulkan tim jaksa, untuk membidik korupsi anggaran BBM DLHP untuk armada angkutan sampah tahun 2020.

“Kerugian sementara berdasarkan perhitungan penyidik sebesar Rp 1 miliar lebih dan akan berkembang untuk tahun 2020. Sementara kita kordinasi dengan BPKP Perwakilan Maluku untuk perhitungan (nilai kerugian negara),” kata Frits.

Ketiganya dijerat Pasal 2 Ayat (1) Dan Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Pemberantasan korupsi Jo Pasal 55, 56 KUHPidana.(SAD).

Comment