by

Kepemimpinan Kali Ini Tegas

Ambon, BKA- Wakil Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Idris Rumalutur, menegaskan, kepemimpinan kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pasca pelantikan Mukti-Idris (ADIL) sebagai Bupati dan Wakil Bupati, maka target 100 hari kerja akan difokuskan pada langkah-langkah strategis dalam penataan birokrasi secara menyeluruh. Baik di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tingkat pemerintahan kecamatan dan sampai pada pemerintahan desa.

“Sasaran penataan birokrasi tersebut bertujuan melakukan perubahan besar dalam paradigma dan tata kelola pemerintahan, untuk menciptakan birokrasi pemerintah yang mampu melayani publik secara akuntabel. Selain itu, kami akan melakukan penguatan pengawasan, penataan dan memperkuat organisasi tatalaksana penataan sistem manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik pada setiap penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN),” kata Idris, melalui rilis yang diterima koran ini, Minggu (07/03).

Menurutnya, setiap ASN akan dilakukan pengawasan ketat. Karena kepemimpinan ADIL sangat meyakini, birokrasi saat ini masih jauh dari harapan publik masyakat SBT.

ASN yang malas berkantor, datang terlambat, bahkan bertahun-tahun meninggalkan tempat tugas, selama ini dianggap biasa saja.

“Maka saya menegaskan, periode saya dan bupati saat ini, akan jauh berbeda dengan periode yang lalu. ASN yang melakukan pelanggaran disiplin, akan kami tindak sesuai dengan tingkat prilaku ASN itu sendri,” tutur Idris.

Selain itu, lanjut Idris, sudah saatnya proses birokrasi berjalan dengan baik. Karena menurutnya, dalam mencapai kemampuan pada birokrasi pemerintahan, harus ada kejelasan mengenai proses pelimpahan kewenangan.

Seperti ada Peraturan Bupati (Perbub) SBT tentang pelimpahan kewengan, seperti, Peraturan Bupati SBT Nomor 56 Tahun 2017 tentang pelimpahan sebagian wewenang bupati kepada camat. “Peraturan bupati tentang pelimpahan kewenangan ini bertujuan untuk mengatur kendali kedepan,” katanya.

Demi membentuk pemerintahan ini berjalan aman dan damai, Wakil Bupati SBT itu mengajak semua elemen masyarakat untuk
bergandengan tangan, saling menyapa dan melupakan salah paham sebelumnya. “Mari basudara semua, lebih baik mari kembali bersatu. Karena kita adalah satu untuk Ita Wotu Nusa,” pungkas Idris.(SOF)

Comment