by

Kepentingan Sidang Kasus Repo,Pengacara Minta Hakim Cekal Willem Patty

Ambon, BKA- Ketua tim penasehat hukum terdakwa Izack Thenu,Adolof Saleky,meminta kepada majelis hakim di persidangan agar memerintahkan Kejati Maluku untuk mencekal Willem Patty, selaku mantan Dirut Pemasaran Bank Maluku untuk tidak keluar dari Kota Ambon.

Pasalnya, keterangan Willem dalam persidangan dinilai berbelit-belit dan selalu keluar dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Selain itu, karena persidangan masih berlangsung dengan pemeriksaan saksi-saksi lanjutan pada sidang berikutnya, maka keterangan Willem Patty sangat diperlukan, karena jika ditemukan ada ketidak sesuaian keterangan saksi lain, maka willem Patty akan dihadirkan kembali. “Mohon ijin majelis, saksi ini kita sangat butuh keterangannya karena sebagai Dirut Pemasaran. Dan untuk mengkonfrontir keterangan saksi ini dengan keterangan saksi-saksi lain, maka kita minta agar majelis memerintah jaksa agar mencekal saksi dulu agar tidak keluar dari Kota Ambon,” ujar Adolof Saleky saat mencecar saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum Achmad Attamimi dalam sidang yang berlangsung, Jumat (26/3) kemarin.

Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Pasti Tarigan Cs itu, berlangsung dengan mendengarkan keterangan dua saksi,dalam perkara yang menyeret kedua terdakwa yakni, Idris Rolobessy dan eks Izack Thenu. Kedua saksi yang dihadirkan, Willem Patty selaku Dirut Pemasaran Bank Maluku dan mantan kepala devisi Trisury Edmon Martinus.
Dalam kesaksian Edmon Martinus mengungkapkan, terdakwa Izack Thenu selaku Dirut Kepatuhan Bank Maluku sama sekali tidak mengetahui soal transaksi repo bank Maluku.

Hal ini disebabkan terdakwa Izack Thenu hanya memiliki kewenangan untuk mengawasi keseluruhan aktifitas bank, bukan terlibat dalam pengawasan bisnis bank.
“Memang Dirut Kepatuhan Izack Thenu tidak terlibat dalam proses operasional bisnis bank. Dia juga tidak pernah mendisposisi surat-surat apa-apa. Karena sesuai sisi administrasi, Dirut kepatuhan itu tidak bisa terlibat,” ujar saksi Edmon dalam persidangan.

Sementara itu, terdakwa saksi Willem Patty, ketika jaksa penuntut umum dan penasehat hukum menanyakan yang bersangkutan, dirinya selalu berdalih dengan keterangan yang tidak tepat. Hal ini sempat membuat Adolof Saleky dan saksi terlihat berdebat.
“Apakah saksi mengetahui tidak, kalau kerugian dalam kasus ini, harusnya tanggungajawab pihak bank, bukan tanggungjawab perorangan. Pasalnya, berbicara Repo , hal ini kan kegiatan bisnis bank, mengapa tidak dibebankan kepada bank lalu dibebankan kepada person,” tanya Saleky yang adalah dosen hukum pidana Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia Maluku itu.

Hanya saja, kata saksi, yang menyatakan hal tersebut merupakan tanggungjawab perorangan adalah berdasarkan hasil rekomendasi bank Indonesia.
“Setahu saya, itu sesuai mekanisme. Dan itu merupakan rekomendasi dari bank Indonesia,” katanya.

Dia melanjutkan, repo bank Maluku berjalan sejak tahun 2011, dan awal berjalan, dibuatkan suatu perjanjian. Dan dalam proses pembayaran kepada PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Securitas milik Theodorus Andri Rukmint dalam jangka beberapa tahun berjalan lancar.
Bahkan, pada saat sampai pada tahun 2014, perjanjian tersebut tidak ada masalah. Bahkan ketika saksi pensiun tidak ada tunggakan bank Maluku kepada PT AAA Securitas.
“Memang saya dengar ada terjadi gagal bayar tahun 2014. Tapi saat itu saya sudah pensiun pada Januari 2024. Sehingga hal ini dikendalikan semua kedua terdakwa,”beber saksi.

Dari keterangan saksi, penasehat hukum terdakwa Adolof Saleky kembali mencecar yang bersangkutan. Menurut Saleky,jika memang tidak adanya masalah atau hutang bank Maluku pada saat saksi pensiun, Saleky meminta kepada jaksa penuntut umum agar membuktikan hal tersebut melalui kwitansi-kwintasi yang disita.

Hanya saja, karena sejumlah bukti jaksa penuntut umum tidak membawanya ke persidangan, akhirnya tidak dapat ditunjukan bukti tersebut ke majelis hakim.
“Buktinya saya tidak bawa yang mulia, tapi nanti persidangan selanjutnya akan kita bawa semua di sidang,” jawab jaksa Achmad Attamimi.
Setelah mendengarkan keterangan saksi, sidang kemudian ditunda hingga Selasa pekan depan dengan masih berputar keterangan saksi-saksi.(SAD)

Comment