by

Kepsek SDN 40: Persoalan Itu Sudah Diselesaikan di BKD

Soal KBM Tatap Muka

Ambon, BKA- Kepala SD Negeri 40, Abdullah Suamole, mengatakan, terkait kebijakannya melakukan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka yang sempat bermasalah, sudah diselesaikan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Ambon.

Dirinya mengaku, pernah melakukan KBM tatap muka pekan lalu. Tapi hal itu sudah dipertanggungjawabkan kepada pihak Dinas Pendidikan (Disdik) maupun BKD.

“Memang benar, minggu lalu itu kita pernah lakukan KBM tatap muka untuk kelas kecil (I dan II). Itu hanya 1 kelas 5 siswa. Itu pun hanya 3 hari saja. Waktu itu, sementara belajar, dari Tim Gugus Tugas (Covid-19) datang dan meminta agar proses belajar dihentikan. Sehingga saat itu juga kita tidak lagi belajar tatap muka. Akibat itu, saya kemudian dipanggil oleh BKD dan sudah saya laporkan. Ini juga saya sudah sampaikan ke Disdik. Jadi sebenarnya tidak ada persoalan lagi. Anehnya adalah, ada beberapa oknum yang masih memperbesar masalah ini. Sehingga saya kemudian ditelepon lagi oleh BKD dan Kadis. Pikirnya saya masih lakukan KBM tatap muka. Padahal kan, setelah saya dipanggil minggu lalu, itu langsung saya hentikan. Jadi hanya tiga hari saja, dan itu sudah diselesaikan. Saya binggung juga, ini masih dipersoalkan,” kesal Suamole kepada BeritaKota Ambon, Jumat (25/9).

Menurutnya, langkah yang diambilnya itu tidak lain adalah demi masa depan anak-anak didiknya. Khusus kelas kecil, yang karena pandemi ini, mereka tidak mengikuti proses belajar dengan baik. Tidak bermaksud untuk menyalahi peraturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

“Kasihan juga dengan anak-anak yang kelas kecil ini, sehingga kita lakukan belajar tatap muka hanya untuk mereka. Itu pun semua kita lakukan dengan protokol kesehatan. Tapi karena sudah ditegur, sehingga apapun caranya, kita akan upayakan untuk belajar Daring saja,” harapnya.

Sebelumnya dikabarkan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Ambon, dalam waktu dekat akan periksa Kepala Sekolah SD Negeri 40 Ambon, karena melakukan KBM tatap muka.

Kepala BKD Ambon, Benny Selano, mengatakan, selaku ASN lingkup Pemkot Ambon, wajib mengikuti intruksi Walikota tentang memutus mata rantai Covid-19. Tetapi perbuatan kepsek tersebut, sangat tidak mengedukasi masyarakat terkait bahayanya penularan Covi-19.

“Walikota adalah pimpinan kepegawaian. Jadi kalau melarang atau menginstruksikan untuk melakukan protokol kesehatan dengan baik, maka yang pertama melakukan itu adalah ASN. Bagaimana ASN mau larang masyarakat, sedangkan ASN sendiri yang melanggar ketentuan itu,” ungkap Selano, beberapa waktu lalu.(LAM)

 

Comment