by

Kepsek SMP 8 Leihitu Siap-Siap ke Meja Hijau

Ambon, BKA- Mejelis Hakim Pengadilan Tipikor Ambon telah menjadwalkan sidang perdana kasus dugaan koruspsi dan Bantuan Operasi Sekolah (BOS) di SMP Negeri 8 Leihitu, pada 18 November mendatang.

Dugaan kasus korupsi yang melibatkan Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Leihitu, Sabah Makatita, terjadi pada dana BOS tahun 2012 hingga 2018.

Sidang yang terdaftar dengan Nomor perkara 20/Pid.Sus-TPK/2020/PN Amb itu akan digelar di Ruang Sidang Candra, pukul 10.00 WIT. “Iya benar, sidang terdakwa atas nama Sabah Makatita akan digelar Rabu depan,” kata Humas Pengadilan Negeri Ambon, Lucky Rombot Kalalo, saat dikonfirmasi Beritakota Ambon, Senin (9/11).

Menurutnya, ketua pengadilan telah menetapkan majelis hakim yang akan menyidangkan perkara tersebut bersamaan dengan panitera. “Jadi semuanya sudah lengkap. Tinggal tunggu jalannya sidang saja,” tandasnya.

Sebelumnya, diakui Kasi Pidsus Kejari Ambon, Ruslan Marasabessy, kalau berkas perkara dugaan korupsi dana BOS SMP Negeri 8 Leihitu telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Ambon, pada 6 November lalu.

“Hari ini Jumat, 6 November 2020, tim Jaksa Penuntut Umum melimpahkan berkas perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) atas nama terdakwa Sabah Makatita ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Ambon,” ungkap Marasabessy, Jumat (6/11).

Dia melanjutkan, tim JPU kini tinggal menunggu penetapan penunjukan susunan hakim dan jadwal sidang perdana. “Untuk agendanya akan pembacaan surat dakwaan,” ucap dia.

Menurutnya, Makatita bakal didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dia dijerat pasal 2 ayat (1) atau pasal 3, jo pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana dirubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No.31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Kepala SMP Negeri 8 Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, Sabah Makatita, telah ditahan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana BOS tahun anggaran 2012 hingga 2017 sebesar Rp 2 miliar, setelah dilakukan tahap II pada 23 Oktoer 2020 lalu.

Ia digiring ke Rutan Klas II A Ambon menggunakan mobil tahanan nomor DE 8493 AM, pada pukul 11.46 WIT, setelah menjalani pemeriksaan. “Tersangka ditahan di Rutan Ambon selama 20 hari, sesudah itu berkas kita limpahkan ke pengadilan,” jelas Kepala Kejari Ambon, Benny Santoso, belum lama ini.

Santoso memastikan, timnya segera melimpahkan dakwaan Makatita ke Pengadilan Tipikor Ambon untuk disidangkan.

Selain tersangka, jaksa juga menerima penyerahan barang bukti sebanyak 83 berkas. Berkas-berkas itu diantaranya dokumen terkait kegiatan dana DAK, Bansos, dana BOS dan BSM.

Sabah Makatita adalah Kepala SMP Negeri 8 Leihitu. Ia dinilai bertanggung jawab atas dugaan korupsi dana BOS tahun anggaran 2012 hingga 2017 sebesar Rp 2 miliar.

“Dia ditetapkan sebagai pihak yang bertanggung jawab, karena diduga telah menyalahgunakan kewenangannya hingga mengakibatkan muncul kerugian negara,” pungkas Santoso. (SAD)

Comment