by

Keterbatasan Mobil Pengangkut Jadi Pemicu Masalah Sampah di Namlea

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kabupaten Buru, Adjie Hentihu, mengaku, kesulitan menangani masalah sampah di Kota Namlea, Kabupaten Buru.

Berdasarkan pantauan BeritaKota Ambon, tumpukan sampah memenuhi bahu jalan Kota Namlea. Mulai dari Jalan Simpang Lima, Jalan Depan Pandopo Wakil Bupati hingga Jalan Baru, Kamis (27/5).

Tumpukan sampah rumah tangga dan plastik, serta sisa-sisa makanan berserakan hingga ke bahu jalan. Saking banyaknya, aroma tak sedap bahkan tercium.
Namun hingga pukul 15.30 Wit, sampah-sampah tersebut belum diangkut oleh DLHP Kabupaten Buru.

Kadis DLHP Kabupaten Buru, Adjie Hentihu, menyebut, sampah berserakan di Kota Namlea akibat kekurangan mobil pengangkut sampah.

“Tahun 2020, Dinas Lingkungan Hidup mulai aktivitas pengangkatan sampah dan pembuangan, dimana tahun-tahun itu seluruh dunia dilanda pandemi Covid-19. Olehnya itu, kami dengan keterbatasan anggaran, keterbatasan armada, sehingga memang agak terhambat dalam proses pengangkutan sampah,” kata Adjie.

Ia menjelaskan, pihaknya belum membersihkan atau mengangkut sampah di area-area tersebut, lantaran mobil pengangkut sampah sedang rusak.

“Armada yang kami miliki hanya satu mobil pengangkut sampah. Ini kan juga menjadi hambatan, karena kendaraan itu ketika dipaksa hanya satu unit. Lama-lama rusak lah. Sekarang memang kenyataan lagi rusak,” ujar dia.

Untuk itu, mobil pengangkut sampah itu masih dalam perbaikkan. “Jadi sementara lagi diperbaiki untuk aktif lagi dalam satu dua hari ini. Insya Allah bagitu,” sebutnya.

Untuk mengatasi sampah yang telah menumpuk, DLHP Buru akan berkoordinasi dengan Bappeda dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Buru, untuk melakukan penyewaan mobil.

“Tadi kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait, yakni, Bappeda dan Keuangan ada solusi, bisa menyewa armada diluar, dari pada menunggu armada yang sudah ada di lingkungan hidup yang dalam perbaikkan. Dan kami mendapatkan sokongan dari Bappeda dan Keuangan, dua unit armada yang disewa untuk mengantisipasi,” ungkapnya.

Saat disinggung, kapan bisa dipastikan sampah tersebut sudah bisa diangkut, Hentihu memastikan sore hari.

“Rencana sore ini, dan memang Kabid-nya lagi menghadap ke Bappeda dan Keuangan untuk proses penyewaan armada. Mungkin sore ini sudah ada aktivitas pengangkut sampah di dalam Kota Namlea ini,” janjinya.(MSR)

Comment