by

Ketersediaan Oksigen Masih Cukup

TANIMBAR-BKA, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), dr. Edwin Tomasoa, mengungkakan, ketesedian oksigen di RSUD dr. P. P. Magretti masih cukup. Bahkan lebih dari cukup.

Ketersediaan stok oksigen, katanya, tidak terlepas dari ketersedian alat pengisian oksigen di rumah sakit rujukan Covid-19 di KKT itu.

“Kita tidak pernah menghitung kapasitas penggunaannya berapa banyak sehari. Tetapi, kami hanya menghitung dengan pengisian tabung-tabung oksigen yang ada, baik yang berukuran 20 Kg, 5 Kg, maupun tabung oksigen yang berukuran kecil 1 Kg, itu bisa diisi berapa tabung dalam sehari. Kira-kira berada di seputaran 200 Kg pengisian dalam sehari. Itu merupakan kemampuan mesin pengisian oksigennya yang ada di RSUD Magretti,” terang Tomasoa, di ruang kerjanya, Jumat (30/7).

RSUD Magretti, katanya, menggunakan oksigen sentral. Kadang tekanan oksigen sentral tersebut mengalami penurunan, sehingga perlu cadangan tabung untuk pasien, guna menjawab kebutuhan tekanan oksigen yang lebih, teristimewa pasien Covid-19. Sedangkan untuk pasien non Covid, rata-rata hanya menggunakan tekanan oksigen standard.

Baca: Jaksa Akan Garap Tersangka ADD Haria

Saat ini, katanya, perhatiannya dialihkan untuk kebutuhan oksigen di RSUD dr. Anaktototi Larat, Kecamatan Tanimbar Utara (Tanut).

RSUD dr. Anaktototi Larat, ujarnya, tidak memiliki alat pengisian oksigen. Selain itu, oksigen konsentrator mengalami kerusakan. Sehingga kebutuhan oksigen di rumah sakit itu, disuplai dari Saumlaki.

Namun, lanjutnya, hal tersebut bukan suatu masalah. Karena semua telah diatur, untuk memunuhi kebutuhan oksigen di rumah sakit tersebut.

Dia menambahkan, mesin pengisian oksigen di RUD Magretti diperuntukan untuk kepentingan medis, yang melayani kebutuhan oksigen di rumah sakit maupun Puskesmas dan Pustu di KKT. Tidak diperuntukan untuk kepentingan lain.

Baca juga: Kejari Buru Kantongi Calon Tersangka TP Bursel

“Guna menjaga kestabilan ketersedian oksigen di rumah sakit, serta menghindari kejahatan oknum tertentu, maka pelayanan pengisian tabung oksigen harus menunjukan surat pengantar, agar dapat dilayani untuk kepentingan medis belaka,” pungkas Tomasoa.(BTA)

Comment