by

Ketua DPRD SBT Datangi PLN Ranting Ondor

Ambon, BKA- Ketua DPRD SBT, Noaf Rumau, mendatangi PLN Ranting Ondor, dalam rangka menyikapi keluhan masyarakat Pulau Gorom dan Gorom Timur, terkait pemadaman listrik yang sering terjadi selama bulan Ramadhan.

sesuai laporan masyarakat Pulau Gorom dan Gorom Timur, pemadaman listrik secara bergilir itu telah berlangsung lebih dari tiga bulan, tanpa pemberitahuan yang jelas.

Aksi pemadaman listrik bergilir itu terus berlanjut hingga Ramdhan. Bahkan pada sejumlah desa, terjadi pemadaman total. Sehingga warga merasa terganggu saat akan melakukan sahur dan berbuka puasa.

Warga yang kesal akibat pemadaman bergilir itu, ada yang menggelar aksi hingga terbawa emosi, melakukan penyitaan aset PLN Ranting Ondor berupa laptop. Hal itu sengaja dilakukan, agar pihak PLN lebih serius memperbaiki ganguan pada mesin-mesin pembangkit, guna meminimalisir pemadaman bergilir.

Ketua DPRD SBT Noaf Rumau, menyampaikan, saat mendatangi PLN Ranting Ondor, Sabtu (1/5) lalu, ada sejumlah pertanyaan yang dia sampaikan terkait pemadaman bergilir yang meresahkan masyarakat Pulau Gorom dan Gorom Timur tersebut. Sehingga dia meminta Kepala Ranting agar menjelaskan secara terperinci, agar dirinya bersama tokoh masyarakat dapat mengetahui permasalahan yang terjadi.

“Bapak kepala ranting, saya percaya bahwa tokoh-tokoh yang hadir ini adalah perwakilan masyarakat. Mudah-mudahan, selesai pertemuan hari ini dan mereka kembali, dapat menyampaikan kendala-kendala tersebut kepada masyarakat di desa masing-masing,” ungkap Noaf, Selasa (4/5).

Menurut Noaf, sesuai penjelasan Kepala PLN Sub Ranting Ondor, Mikael Ririne, permasalahan utama yang terjadi di PLN Ondor, yakni, masalah jaringan. Berbagai kerusakan mesin-mesin tersebut disebabkan oleh jaringan.

Gangguan jaringan yang terjadi disebabkan adanya pohon yang tumbuh menghalangi jalur jaringan. Sehingga jika terjadi gesekan antar kabel dengan dahan atau daun, maka arus listrik akan balik ke mesin. Apabila terjadi berulang-ulang, akan mesin mengalami gangguan/kerusakan.

Lanjut Noaf, Kepala PLN Sub Ranting Ondor mengungkapkan, sekitar dua ratus lebih pohon liar dan sekitar tiga ratus lebih pohon produktif, berupa pohon cengkeh, pala, pohon kelapa dan tumbuhan warga lainnya, yang menghalangi jalr jaringan.

“Kata Kepala Ranting, walau mereka melakukan pengadaan mesin baru pun tidak akan bertahan lama, selama belum dibenahi masalah jaringan” terang Noaf.

Semua pohon yang berada di bawah dan sekitar jaringan harus ditebang. Karena kalau hanya melakukan pemangkasan, maka tidak akan berlangsung lama, sebab pohon akan terus tumbuh.

Selain itu, ungkap Noaf, berdasarkan penuturan Supevisior Pembangkitan PLN Bula, Abdurahman Latupono, saat ini, dua mesin pembangkit PLN mengalami gangguan.

Untuk itu, staf tekhnisi PLN Sub Ranting Ondor akan berupaya keras, agar dua mesin yang mengalami gangguan tersebut bisa secepatnya diperbaiki.

Kondisi tersebut, kata Noaf, memaksa PLN Sub Ranting Ondor yang melayani jaringan listrik di Kecamatan Pulau Gorom dan Gorom Timur menerapkan 12 jam listrik menyala, yakni, pukul 18.00-06.00 WIT selama dua hari, dan pada satu hari berikutnya hanya bisa menyala selama 6 jam, yaitu pada pukul 01.00 – 06.00 WIT. Penerapan giliran ini berlaku untuk semua desa.
(SOF)

Comment