by

Ketua-Sekretaris Yayasan Anak Bangsa Terancam 4 Tahun Bui

Ambon, BKA- Ketua Yayasan Anak Bangsa, Yosefa Kelbulan, dan suaminya Lamberth Miru yang merupakan sekretaris yayasan tersebut, terancam dipidana 4 tahun penjara, karena diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan, sebagaimana diatur dalam pasal 372 dan 378 KUHP.

Kepastian hukuman pidana terhadap keduanya, setelah mereka berdua diringkus personel Direktorat Kriminal Umum Polda Maluku, lantaran diduga melakukan penipuan dan penggelapan sejumlah uang milik ratusan masyarakat yang tersebar di 11 Provinsi di Indonesia Timur.

Mirisnya, korban penipuan yayasan ini mencapai lebih dari 350 orang.

Dirkrimum Polda Maluku, Kombes Sih Harno, yang didampingi Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Roem Ohoirat, dalam keterangan persnya di Rupatama Polda Maluku, Selasa (4/5), menjelaskan, modus keduanya dalam melakukan penipuan, yakni, mendirikan yayasan di tahun 2012, kemudian menyampaikan ke masyarakat bahwa yayasan mendapat donor dana dari 6 negara, yakni, Singapura, Taiwan, Korea Selatan, Australia, Prancis dan Amerika.

Selanjutnya, keduanya mengajak masyarakat untuk mendonasikan uang, dengan janji uang yang didonasikan akan dilipatgandakan.

“Setelah mendirikan yayasan, kedua tersangka kemudian mensosialisasi ke masyarakat, barang siapa donor akan mendapat bantuan,” jelas Sih Harno.

Terdapat 4 modus yang dilancarkan kedua tersangka, masing masing tender relawan. Relawan yang menyetor dana sebesar Rp 250 ribu, dijanjikan akan mendapat konpensasi sebesar Rp 15 juta.

Selanjutnya modus tender rumah ibadah. Setoran 1 juta, dapat bantuan Rp 50 juta, denga rincian Rp 30 juta disumbangkan ke rumah ibadah, dan Rp 20 juta dimiliki si penyetor.

Kemudian modus tender relawan 45. Setor dana Rp 1 juta, dapat konpensasi Rp 45 juta. Serta tender relawan lepas, yakni, masyarakat menyetor dana Rp 1 juta, dapat konpensasi sebesar Rp 100 juta.

Dalam pengusutan kasus ini, 5 orang telah diperiksa sebagai saksi pelapor atau korban. Namun korban penipuan yayasan ini tidak hanya 5 orang. Diperkirakan lebih dari 350 orang, dengan total kerugian bervariasi.

“Yang lapor saat ini 5 orang, dengan total kerugian yang sudah mereka setor ke yayasan ini sebanyak Rp 535 juta. Ada juga yang ditangani Polres MTB, 16 orang korban dengan nilai kerugian Rp 335 juta. Jadi total dalam kasus ini diperkirakan lebih dari 350 orang,” pungkasnya.

Ditambahkan oleh Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Roem Ohoirat, masyarakat yang merasa ditipu untuk segera melapor, agar diketahui secara pasti jumlah korban dari Yayasan Anak Bangsa.

“Saat ini kita buat posko-posko di Polda dan Polres jajaran, untuk menerima laporan bilamana ada masyarakat yang dirugikan. Karena kita perkirakan, masih banyak korban penipuan dari yayasan ini. Yayasan ini beroperasi sejak 2012, namun dokumen berupa akte notaris baru terbit tahun 2020,” ujar Ohoirat.

Ohoirat mengatakan, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain dalam kasus ini, melihat penyelidkan masih terus dilakukan.

“Jadi ini kita masih terus dalami untuk mencari, apakah ada tersangka lain di kasus ini ataukah tidak,” tandasnya.(SAD).

Comment